Circle Love & Relationship

Orangtua Awal Kebahagiaan

Orangtua adalah bagian penting dalam hidup seseorang. Akan tetapi tidak semua orang bisa dekat dengan kedua orangtuanya atau salah satu dari mereka. Saat melihat teman yang kurang bisa dekat dengan ayahnya, saya sangat memahami bagaimana hal tersebut wajar. Seperti pernyataan “Everyone can have a father but not everyone can have a daddy,” saya mengerti bahwa semua orang pasti memiliki ayah secara biologis, yang menafkahi dan merawat tetapi belum tentu ayah yang dapat berperan lebih dari sekadar ayah. Saya, bisa dibilang, sangatlah beruntung untuk bisa memiliki ayah yang bisa menjadi seorang daddy. Seorang ayah yang dapat menjadi teman, panutan, dan segalanya untuk saya.

Perannya sangatlah besar dalam hidup saya. Setiap kali membuat keputusan saya selalu menanyakan pada Bapak – begitu saya memanggilnya. Mulai dari pekerjaan hingga mencari pasangan, saya selalu berdiskusi dengan Bapak. Beliau memberikan pandangan tanpa mengarahkan harus begini-begitu. Kalau memang nantinya yang saya pilih kurang berbuah baik, beliau membiarkan saya untuk mengatasinya sendiri dan menerima konsekuensinya. Memberikan saya tanggung jawab sepenuhnya sebagai seorang pribadi.

Terkadang saya bisa merasa Bapak seperti kakak laki-laki atau seperti teman yang dapat diajak bicara seperti seumuran. Kami bahkan berbagi rahasia dan sulit sekali menyimpan rahasia darinya. Terlalu sering berinteraksi dengannya, mungkin, jadi buat saya selalu ketahuan kalau berbohong. Sedangkan Bapak adalah pribadi yang agak sulit mengungkapkan perasaannya sendiri. Beliau sangat cuek dan kurang ekspresif meski saya tahu jika memuji saya pasti dibicarakan kepada orang lain, tidak di depan saya langsung. Beliatu tidak pernah bilang bangga pada saya secara langsung tapi saya mendengarnya dari kerabat yang mendengar cerita beliau tentang saya. Begitu juga ketika saya bilang “I love you,” Bapak hanya menjawab terima kasih saja, tidak membalas dengan “I love you” juga.

Begitu juga ketika saya bilang 'I love you,' Bapak hanya menjawab terima kasih saja, tidak membalas dengan 'I love you' juga.

Meskipun begitu, Bapak adalah pria yang menunjukkan segala sesuatu dengan tindakan dan perilaku. Itulah yang saya banggakan darinya. Kala saya mengeluh, bosan dengan pekerjaan atau hal-hal remeh temeh beliau selalu mengingatkan bagaimana banyak orang di luar sana yang lebih susah dari saya. Bagaimana saya harus bersyukur dengan apa yang didapatkan dan betapa keluh kesah saya itu tidaklah penting. “Tidak ada alasan kamu untuk mengeluh. Banyak bersyukur saja,” begitu ucapnya. Tidak lain ketika beliau memberikan nasehat pada pekerjaan saya. Beliau menanamkan prinsip bahwa bekerja itu pasti melelahkan tapi jika kita mau mendapatkan hasil yang maksimal kita harus berkorban dalam pekerjaan. Terutama ketika saya masih bekerja pada orang lain. Apapun harus bisa di-iya-kan karena dari situ saya akan belajar banyak. Belajar kerja keras. Dan tidak hanya bicara demikian, saya tahu betul hidupnya dalam pekerjaan memang menunjukkan apa yang dikatakan pada saya.

Beliau menanamkan prinsip bahwa bekerja itu pasti melelahkan tapi jika kita mau mendapatkan hasil yang maksimal kita harus berkorban dalam pekerjaan.

Kedekatan saya dengannya pun ternyata tanpa disadari memengaruhi pencarian saya akan pasangan. Melihat beliau begitu menghargai dan menghormati wanita yang bekerja. Bahkan cenderung tidak suka melihat wanita berada di rumah saja untuk mengurus keluarga. Menurut saya beliau adalah pria yang penuh percaya diri sehingga tak pernah merasa inferior saat berada di dalam lingkup wanita yang prestasinya lebih banyak atau posisi pekerjaan yang lebih tinggi. Beliau tidak pernah membedakan pria dan wanita. Menurutnya semua orang punya derajat yang sama. Inilah yang saya kira masih jarang ditemui di lingkungan saya di mana banyak pria terintimidasi dengan saya yang wanita karir.

Beliau tidak pernah membedakan pria dan wanita. Menurutnya semua orang punya derajat yang sama.

Bapak bahkan pernah berada dalam satu masa di mana gajinya lebih rendah dari Mama. Tetapi beliau tidak pernah bermasalah dan percaya diri saya. Begitu percaya semua akan baik-baik saja. Itu juga yang secara tidak langsung menjadi kriteria saya mencari seorang pria. Saya tidak suka pria yang terlalu banyak omong, basa-basi atau melankolis. Saya sangat terpengaruh dengan Bapak yang terlihat kuat dengan tindakannya. Tidak pernah berjanji palsu namun sebaliknya selalu berani melakukan eksekusi pada keputusan yang diambil. Tentu saja ini menjadi pembanding ketika ada seorang pria yang berupaya mendekati. Meski nantinya pun saya pasti berdiskusi dengan beliau apakah cocok dengan saya atau tidak. Bukan untuk menghakimi, cukup memberikan pandangan saja.

Beruntung sekali saya memiliki Bapak seperti beliau dan saya rela mati untuknya, untuk Mama juga. Sering sekali saya mendengar berita buruk dari teman atau kerabat yang orangtuanya sakit dan harus pergi meninggalkan mereka. Inilah yang membuat saya sadar bahwa waktu itu sangatlah singkat. Kita tidak pernah tahu kapan orang-orang terpenting dalam hidup kita itu tiada. Selagi bisa kita memang harus memanfaatkan waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orangtua kita. Tidak melulu membicarakan hal yang penting atau serius. Mendengar kabarnya saja sudah cukup membuat mereka senang. Sejatinya, mengetahui mereka baik-baik saja adalah kebahagiaan yang sesungguhnya.

Sejatinya, mengetahui kedua orangtua kita baik-baik saja adalah kebahagiaan yang sesungguhnya

Related Articles

Card image
Circle
Orangtua Apa Adanya

Hidup ini soal menjalani konsekuensi atas pilihan. Belajar dari mereka, memperbaikinya, dan menjadi bahagia. Kalau saja aku tahu benar atau salah sebelum memutuskan sesuatu, besar kemungkinan jalan hidupku akan beda. Begitu juga jika aku ndak memutuskan untuk menjadi orangtua untuk anak gadisku.

By Gandrasta Bangko
22 June 2019
Card image
Circle
Makna Kehadiran Seorang Anak

Sebagai seorang sineas, ada keharusan untuk bisa jujur dalam menampilkan kisah yang orisinil. Ini berarti saya harus melihat apa yang dekat dengan saya. Secara alami saya cenderung mengambil tema keluarga. Akan tetapi bukan sisi kehangatan keluarga, namun sebaliknya: ketidakhadiran suasana keluarga yang harmonis.

By Joko Anwar
22 June 2019
Card image
Circle
Tak Ada Ibu Paruh Waktu

Tidak mudah memang membagi waktu dengan label yang kita miliki. Menjadi salah satu eksekutif di sebuah perusahaan, juga ibu, istri dan individu sangatlah berat untuk dilakukan bersamaan jika tidak memiliki prinsip yang kuat akan membagi prioritas. Faktanya, titel ibu tidak memiliki waktu kerja yang spesifik. Tak ada ibu paruh waktu. Semua ibu pasti “bekerja” purna waktu.

By Desy Bachir
15 June 2019