Circle Love & Relationship

Orang Tua Sebagai Panduan Hubungan

SATI

@thisissati

Situs Hubungan dan Percintaan

Fotografi Oleh: Joao Silas (Unsplash)

Orang tua adalah sosok terdekat yang kita lihat pertama kali saat baru lahir. Masa-masa kita belum bisa melakukan apapun sendiri, merekalah yang berada di sana membantu memenuhi kebutuhan kita. Ketika belajar berjalan, belajar berbicara, pun orang tua yang memberikan contoh. Mungkin kita sudah tidak ingat saat mereka membuat mimik suara menyebutkan ‘mama’, ‘papa’? Tapi itulah yang mereka lakukan setiap hari sehingga kita akhirnya menirukan.

Sebagai figur pertama yang ada dalam hidup, mereka sangatlah mempengaruhi pembentukan cara berpikir dan bertindak. Bahkan secara tidak sadar mereka seringkali menjadi kiblat saat memutuskan sesuatu. Begitu juga masa-masa beranjak dewasa termasuk saat kita memilih seseorang untuk menjadi pasangan, mereka memiliki andil dalam prosesnya. Bagaimana bisa? Seperti momen masa kecil, kita menjadikan mereka acuan akan apa yang kita lakukan. Setiap hari kita melihat dan melakukan observasi pada gerak-gerik, kebiasaan mereka. Sehingga tidak heran saat dewasa kita secara tidak sadar mengadopsi hal-hal yang terasa familiar ke dalam hidup.

Sebagai figur pertama yang ada dalam hidup, orang tua sangatlah mempengaruhi pembentukan cara berpikir dan bertindak. Bahkan secara tidak sadar mereka seringkali menjadi kiblat saat memutuskan sesuatu.

Contohnya apabila kita memiliki orang tua yang bercerai selagi masih kecil. Terdapat trauma-trauma yang terdapat di dalam diri sehingga mempengaruhi cara kita memandang sebuah hubungan. Kala mulai memiliki hubungan kita secara tidak sadar bisa saja melakukan sabotase dan memanipulasi diri sendiri dengan memilih pasangan yang tidak akan bertahan lama. Biasanya kita akan menjatuhkan pilihan pada seseorang yang problematik, yang memiliki isu-isu tertentu sehingga sering terjadi konflik. Mulai dari perbedaan agama, suku hingga umur yang terlampau amat jauh dapat menjadi “persyaratan” yang mendasari pencarian. Atau justru bisa jadi sebaliknya, kita akan memutuskan untuk berkomitmen dengan seseorang yang memiliki karakter mirip dengan salah satu sosok yang hilang.

Perilaku kita dalam sebuah hubungan percintaan juga bisa jadi berasal dari bagaimana orang tua kita berhubungan. Apabila sewaktu kecil sering melihat mereka bertengkar, adu mulut, atau bahkan melakukan kekerasan fisik, bukannya tidak mungkin kita akan menjadi demikian terhadap pasangan. Sama halnya bila orang tua sering melakukan hal-hal romantis, menunjukkan banyaknya kehangatan, kita pun bisa merefleksikan tampilan keintiman tersebut pada pasangan.

Perilaku kita dalam sebuah hubungan percintaan juga bisa jadi berasal dari bagaimana orang tua kita berhubungan.

Lalu mengapa penting untuk mengetahui dan menyadari perilaku apa saja yang kita ambil dari orang tua? Alasan utamanya adalah untuk observasi diri lebih dalam. Hal ini akan penting dilakukan ketika kita memiliki masalah dalam berhubungan. Tapi kuncinya sebelum melakukan analisa adalah kita tidak boleh menyangkal dan harus mengakui. Semisal terdapat kesadaran akan sering melakukan perselingkuhan, kita tidak boleh menyangkal dengan menyalahkan pasangan saat itu karena dia tidak perhatian atau kurangnya waktu untuk kita. Mungkin saja kita sering berselingkuh sebenarnya karena salah satu orang tua melakukan itu dan secara tidak sadar kita melihat berselingkuh bukan sesuatu yang asing. Sehingga pada tengah pencarian solusi akan krisis hubungan yang dihadapi, kita akan lebih jujur terhadap diri sendiri dan justru dapat memahami diri sendiri lebih dalam.

Jika kita sering merasa kesulitan dalam berhubungan, coba ambil waktu sejenak dan bayangkan kedua orang tua. Kemudian ingat-ingat seperti apa mereka menjalani hubungan. Setelah itu coba tulis di secarik kertas. Lalu tulis juga kepribadian-kepribadian mereka yang juga terlihat dalam diri kita. Penting juga untuk mendaftar kualitas apa saja yang terdapat pada mantan pasangan atau pasangan yang mirip dengan salah satu atau kedua orang tua. Semakin detail semakin dalam observasi kita. Nantinya akan terlihat benang merah dan pola hubungan yang sering dijalani selama ini. Tentu saja dengan demikian kita akan banyak belajar dari penemuan-penemuan tersebut maka dapat menghindari kesalahan yang sama terulang lagi.

Jika kita sering merasa kesulitan dalam berhubungan, coba ambil waktu sejenak dan bayangkan kedua orang tua.

Demi pembentukan diri dan hubungan yang lebih baik, kita pun dapat meningkatkan kualitas investigasi personal ini dengan melakukan dialog dua arah dengan orang tua. Mereka dapat menjadi jawaban yang kita cari selama ini. Alasannya sama, merekalah sumber utama yang menjadi contoh kita sejak kecil. Sejatinya apa yang berada dalam diri kita berasal dari mereka. Ajak berdiskusi tentang kesadaran yang baru ditemukan dan bukalah lapisan-lapisan permasalahan yang dihadapi dengan pasangan. Beberapa orang tua mungkin sulit terbuka tapi tidak ada salahnya mencoba dengan memberikan komunikasi yang baik dan terbuka. Berhasil atau tidak berhasil penggalian dari orang tua, kita akan tetap menambah pengetahuan tentang sifat dan sikap yang selama ini mempengaruhi tindakan dan keputusan.

Related Articles

Card image
Circle
Pilihan Hidup Perempuan

Kita, perempuan, diberikan pilihan untuk menyediakan tubuhnya menjadi tempat awal kehidupan, atau menjadi manusia yang bebas sepenuhnya. Semuanya tergantung jalan dan pilihannya masing-masing. Perempuan punya kesempatan dan pilihan untuk menjadi ibu atau tidak. Ini adalah privilese yang kita miliki. Bagiku, menjadi ibu adalah jalan yang harus aku lewati untuk memahami kehidupan.

By Intan Ayu Purnama
12 June 2021
Card image
Circle
Menghadapi Patah Hati

Patah hati. Dua kata yang seringkali kita hindari. Rasanya tidak ada seorang pun yang mau merasakan patah hati. Sebagai manusia biasa yang punya perasaan, tentu saja kita tidak bisa langsung move on setelah putus hubungan.

By SATI
05 June 2021
Card image
Circle
Pasang Surut Kehidupan

Cinta itu lebih dari sekadar perasaan. Cinta adalah kata kerja. Mencintai berarti mau sama-sama bekerja sama untuk memperbaiki hubungan. Hubungan haruslah dikerjakan 24 jam dan butuh kesadaran kedua belah pihak bahwa hubungan butuh dikerjakan.

By Cantika Abigail
29 May 2021