Circle Love & Relationship

Kehadiran Seorang Bapak

bapak2ID

@bapak2ID

Komunitas Parenting

Kami kaum laki-laki seringnya tidak sadar betapa besar peran kami sebagai bapak dan suami di rumah. Bukan sekadar untuk mencari nafkah saja melainkan juga untuk ikut hadir secara emosional. Kami tidak menyadari betapa besar pengaruhnya terhadap kondisi mental istri dan anak saat kita setiap hari sibuk mencari uang tapi enggan untuk membantu istri mengerjakan urusan rumah tangga dan bermain dengan anak. Padahal mereka amat membutuhkan sosok kita untuk hadir, jiwa dan raga. Berinteraksi dengan mereka dalam balutan tawa maupun tangis.

Kami kaum laki-laki seringnya tidak sadar betapa besar peran kami sebagai bapak dan suami di rumah. Bukan sekadar untuk mencari nafkah saja melainkan juga untuk ikut hadir secara emosional.

Dulu saya juga menjadi salah satu pria itu. Merasa punya hak istimewa menjadi seorang suami karena sudah bekerja banting tulang cari nafkah hingga enggan untuk ikut terlibat soal mengasuh anak. Namun suatu saat saya menemukan banyak fakta tentang keluarga yang kehilangan figur pria walaupun sebenarnya ia tinggal satu rumah. Saya mulai menyadari adanya budaya di masyarakat kita yang memberlakukan kebiasaan tidak sehat itu. Sebuah keluarga yang lengkap bisa terasa tidak lengkap jika salah satu orang tuanya tidak menginvestasikan waktu dan pikiran untuk terlibat dalam interaksi anggota keluarganya. Saya pun mengingat bagaimana hancurnya saya dulu ketika bapak meninggal. Kala itu saya masih ada di bangku SMA. Kehilangan sosok bapak membuat hidup saya timpang. Bahkan saya belum sempat bertanya padanya bagaimana cara menjadi seorang suami dan bapak. Hingga ketika menikah dan punya anak, saya tidak punya bayangan sama sekali soal membina rumah tangga.

Inilah yang perlu disadari oleh kaum pria. Menjadi seorang suami dan bapak tidak ada buku panduannya sehingga kita perlu terlibat di dalam keluarga agar tahu bagaimana caranya, mengenal anggota keluarga satu per satu. Rasanya pemahaman suami kerja istri urus rumah sudah amat usang. Kedua tugas ini masih berlaku tetapi bukan berarti karena suami yang mencari uang jadi tidak perlu mengurus anak atau membantu istri dalam urusan rumah tangga. Baiknya kita bisa menganggap istri sebagai partner karena mengerjakan urusan rumah tangga dan mengasuh anak juga bukan sesuatu yang mudah sehingga kita perlu memberikan apresiasi padanya. Secara fisik mungkin kita lebih kuat, cara berpikir kita dengan wanita juga berbeda. Tapi bukan berarti kita, pria, lebih baik dari mereka. 

Rasanya pemahaman suami kerja istri urus rumah sudah amat usang. Kedua tugas ini masih berlaku tetapi bukan berarti karena suami yang mencari uang jadi tidak perlu mengurus anak atau membantu istri dalam urusan rumah tangga.

Menurut saya kita laki-laki harus belajar untuk mengungkapkan emosi terhadap orang-orang yang dicintai. Menyatakan cinta pada pasangan, anak, bahkan orang tua dan saudara. Saya paham betul bagaimana budaya kita seolah tidak membekali kita dengan kemampuan mengolah emosi. Ketika memperlihatkan sisi sensitif kita seringkali diolok, dianggap tidak jantan. Padahal tidak ada salahnya menunjukkan sisi sensitif kita sebagai manusia. Kita perlu mengetahui perasaan yang dimiliki dalam diri. Rasa cinta dan sayang harus diekspresikan. Itulah yang dibutuhkan oleh istri dan anak kita. Tidak hanya sekadar lewat perkataan tapi juga lewat perbuatan. Dengan begitu barulah kita bisa menunjukkan pada istri dan anak betapa mereka berharga dan berarti untuk kita. Membuat mereka merasa dicintai.

Sekecil apapun keterlibatan kita sebagai seorang bapak dan suami bermakna besar untuk keluarga. Kita harus bisa melengkapi figur istri dalam mengasuh anak. Sekecil mengajak jalan-jalan untuk melihat kucing. Saya dan anak hampir setiap pagi berjalan kaki untuk mencari kucing. Dia suka sekali melihat kucing sama seperti saya. Sayangnya kami tidak bisa pelihara karena ibunya tidak suka. Akhirnya ini menjadi waktu istimewa kami untuk banyak berinteraksi termasuk waktu saya mengajarkan sesuatu. Biasanya yang saya lakukan adalah melatih memorinya di sepanjang jalan. Mengajarkan nama tumbuhan, cara menyeberang jalan, hingga mengajarinya untuk menyapa tetangga. Bisa dibilang yang banyak saya ajarkan adalah soal pembentukan pola pikir. Menurut saya penting sekali dia dapat pelajaran berpikir kritis dan problem-solving. Inilah yang saya bisa. Mungkin kalau menyuruhnya makan sayur saya tidak secakap ibunya. Tapi itulah indahnya, kami bisa saling melengkapi kekurangan masing-masing.  

Sekecil apapun keterlibatan kita sebagai seorang bapak dan suami bermakna besar untuk keluarga. Kita harus bisa melengkapi figur istri dalam mengasuh anak.

Seorang bapak yang baik bukanlah bapak yang sempurna. Tetapi bapak yang dapat menaruh keluarga menjadi prioritas utama. Apalagi anak. Menjadi contoh yang baik untuk anak bukanlah menjadi bapak yang mengejar kesempurnaan melainkan bapak yang bisa hadir dan memenuhi kebutuhan psikologis keluarga. 

Ditulis oleh salah satu bapak dari @bapak2id

 

Related Articles

Card image
Circle
Menempuh Hidup Baru

Kita semua pasti punya pemahaman sendiri-sendiri tentang pernikahan. Sebagian dari kita merasa setelah menikah seakan semua permasalahan dalam hubungan akan selesai. Sayangnya, pemikiran ini menurutku justru akan membuat kita menaruh ekspektasi tinggi terhadap pernikahan itu sendiri. Padahal sebenarnya kita harus melihat ke hubungan sendiri apa yang dibutuhkan di dalam hubungan.

By Faradina Mufti
21 November 2020
Card image
Circle
Mendekat ke Keluarga

Dalam satu waktu, kita pasti pernah mendengar seseorang memberikan saran untuk keluar dari zona nyaman. Namun, dalam waktu seperti sekarang ini kita justru harus bersyukur jika masih bisa berada dalam zona nyaman. Ketika pandemi bermula, aku masih tinggal sendiri setelah kurang lebih lima sampai enam tahun. Lambat laun, aku mulai merasa kesepian, sampai akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah orang tua.

By Lala Karmela
07 November 2020
Card image
Circle
Teman Pelipur Lara

Aku menyadari, ternyata kita baru akan mengingat seseorang yang amat dekat secara mendalam saat ia sudah tidak ada. Ketika papa masih ada, aku tidak pernah merasakan apapun. Kami hidup bersama sebagai keluarga tapi jarang mengingat secara mendalam kenangan antara kami, apa yang sudah kami jalani. Tapi ketika ia tidak ada, barulah semua kenangan teringat.

By Ify Alyssa
24 October 2020