Circle Lifehacks

Kami Menikah Lima Jam Saja

Orang-orang bilang jika kamu mencintai sesuatu, maka kamu harus siap melepaskannya. Tapi bagaimana kalau kamu tidak pernah siap melakukannya? Melepaskan sesuatu atau seseorang yang dicintai adalah memang suatu hal yang sulit, pelik, dan terkadang menjadi traumatis.

Meskipun perpisahan menjadi sebuah pengalaman personal yang terasa berbeda-beda bagi setiap orang, ada beberapa langkah-langkah dasar dan universal yang dapat membantu meringankan proses “berkabung” dalam perpisahan itu. Dengan mengenal langkah-langkah yang ada, kita bisa menjadikan perpisahan terasa sedikit melegakan.

Biarkan Perasaan Itu Ada

Saat kehilangan orang yang dicintai, hampir setiap emosi muncul dalam diri kita. Ada saat-saat di mana lebih dari satu emosi tampaknya memegang kendali secara sekaligus, dan kita mungkin merasa seolah-olah "menjadi gila." Wajar untuk merasakan hal ini, karena kondisi mental yang terguncang akan secara normal mengalami sejumlah perasaan yang berbeda pada saat bersamaan.

Ingatkan diri secara perlahan pada saat bersedih karena perasaan kita adalah milik kita sendiri, dan perasaan itu baik-baik saja. Penting bagi proses diri untuk memahami bahwa tidak ada "benar" atau "salah" dalam hal perasaan kita tentang kehilangan orang yang dicintai. Biarkan saja.

Kumpulkan Dukungan

Meskipun mungkin saat kita menghadapi kehilangan ada keinginan untuk menyendiri, penting untuk memiliki ‘pendukung’ di sekitar kita untuk waktu nanti yang mungkin membutuhkannya. Sahabat atau keluarga – atau bahkan konselor atau terapis – adalah orang-orang yang dapat dan harus dihubungi selama proses berduka. Mereka inilah yang dapat menjadi sumber dukungan emosional serta kebutuhan fisik, jika diperlukan.

Biarkan Proses Berduka

Dukacita dan kesedihan adalah sebuah proses. Penting untuk diketahui bahwa setiap orang memiliki cara mereka sendiri untuk mengatasi kehilangan. Kita tidak dapat memberikan batasan waktu pada kesedihan kita. Biarkan diri kita mengalami kesedihan saat perasaan itu muncul.

Jalani Hidup

Meski rasa sakit dari sebuah perpisahan terasa begitu menyesakkan dan harus dirasakan, akan tiba saatnya ketika kita harus mulai menjalani hidup kita sendiri lagi. Dengan bekerja melalui mengatasi kematian orang yang dicintai, kita akan bisa menerima kematian sebagai sebuah kenyataan. Kita akan menemukan diri sendiri dapat bergerak maju dan merangkul hidup kita tanpa orang yang dicintai di sisi.

Proses melalui kedukaan dan kesedihan adalah milik kita sendiri. Setiap orang merespons secara berbeda untuk mengatasi kehilangan. Yang terpenting, berbaik hatilah kepada diri sendiri dan tahu bahwa kita akan bangun suatu hari nanti dan mendapati rasa sakitnya lebih sedikit, dan hidup pasti bisa berlanjut.

Bekerjasama dengan MinuteVideos Indonesia, GREATMIND mempersembahkan sebuah cerita mengenai perpisahan yang dialami oleh seorang wanita dengan pria yang baru dinikahinya selama beberapa jam saja dan bagaimana ia menguatkan diri menjalani perpisahan tersebut.

Related Articles

Card image
Circle
Perbedaan Bukan Halangan

Kita perlu akui bahwa di Indonesia, hubungan beda agama masih menjadi masalah besar. Kalau kita tidak mampu menyelesaikan masalahnya, saling kompromi saat berproses, pasti ada sesuatu yang terjadi di depan.  Kami berdua sama-sama yakin dan percaya bahwa memang agama itu sebuah hal yang diturunkan di bumi untuk hal-hal yang positif. Tidak mungkin kemudian kita berdua ribut, ujungnya karena agama.

By Della Dartyan
04 December 2021
Card image
Circle
Perjalanan Melalui Kegagalan

Perasaan gagal dan ragu akan diri sendiri memang menjadi salah satu permasalahan yang sedang dihadapi oleh banyak orang, terlebih generasi Millennial dan Gen Z. Bagi mereka yang mungkin sudah memasuki tahun ke-5 atau 6 perjalanan karir mereka, mulai timbul pertanyaan apakah memang ini pilihan yang tepat untuk masa depan?. Merasa bahwa dirinya tidak berkembang, ditambah dengan segala potongan informasi semu yang terpampang di media sosial.

By Greatmind X Festival Pulih
27 November 2021
Card image
Circle
Keraguan Untuk Kembali Jatuh Cinta

Sebuah penelitian mengatakan bahwa komponen dari rasa cinta adalah rasa saling membutuhkan, saling percaya, optimisme, serta kegembiraan tetapi di sisi lain juga berhubungan dengan perasaan depresi, gelisah, serta kehilangan fokus dan sulit untuk berkonsentrasi. Fakta ini bisa terasa sangat kontradiktif. Jatuh cinta memang sering kali membuat kita bingung sebenarnya bagaimana kita menghadapi perasaan positif dan negatif yang datang bersamaan.

By Sivia Azizah
20 November 2021