Circle Love & Relationship

Jodoh Adalah Sebuah Keputusan

Razi Thalib

@therazi

Pendiri Perusahaan Digital

Ilustrasi Oleh: Salv Studio

Memiliki hubungan percintaan yang serius dengan seseorang merupakan keputusan besar dalam hidup. Banyak orang Indonesia kesulitan bertemu dengan jodoh karena kurang berani untuk bertemu dengan orang baru jika bukan dikenalkan oleh kerabat atau berasal dari satu lingkungan yang sama. Inilah buah pemikiran yang melahirkan Setipe.com. Sejauh observasi saya, di Indonesia proses menemukan pasangan cukup unik. Kebanyakan orang meminta teman atau anggota keluarga untuk mengenalkan orang baru karena mereka enggan untuk berkenalan dengan orang asing yang misalnya bertemu di salah satu acara atau di tempat umum.

Pada akhir 2009 belum ada aplikasi lokal yang serius untuk memperkenalkan para singles untuk hubungan jangka panjang. Saat itulah saya melihat ada kesempatan di mana masyarakat Indonesia perlu bertemu dengan orang baru lewat online dengan proses yang lebih privat, aman dan tidak sekadar untuk bertemu dengan orang yang iseng saja. Kemudian di akhir 2013 secara resmi hadirlah Setipe.com yang berperan sebagai Mak Comblang bagi masyarakat. Dengan algoritma komputer yang mengkalkulasikan kecocokan antar akun, pengguna dapat menikmati proses perkenalan tanpa perlu khawatir akan bertemu dengan kandidat “palsu” — yang membuat profil palsu atau hanya untuk main-main.

Tapi saya paham betul tidak mudah memang untuk meruntuhkan pandangan negatif akan pencarian jodoh online. Seseorang dikira “putus asa” apabila seseorang sampai harus repot-repot mencari pasangan lewat dunia maya. Oleh sebab itu, kami berusaha mengubah paradigma lewat konten-konten inspiratif. Contohnya dengan memberikan penjelasan bahwa desperate itu berarti menerima siapa saja untuk menjadi pendamping. Sedangkan ketika seseorang berusaha mencari jodoh di mana mereka memiliki kriteria tertentu maka orang tersebut tidak bisa dibilang putus asa. Ini juga yang ditawarkan aplikasi kami di mana para pengguna tidak bisa browsing  untuk mencari profil profil baru. Mereka dipertemukan dengan orang-orang yang cocok lewat sistem kami.

Akan tetapi ada baiknya sebelum pencarian jodoh dimulai pemahaman konsep cinta itu sendiri dibangun. Saya pribadi percaya pada konsep “mudah didapat mudah hilang” karena cinta yang bertahan lama adalah cinta yang dipupuk bukan cinta yang datang begitu saja. Cinta yang mudah didapat lebih didasari oleh hasrat sedangkan cinta yang dibekali dengan tujuan serta kegiatan positif dan diskusi-diskusi mendalam yang berkesinambungan dapat membuat hubungan percintaan lebih sehat dan berjangka panjang. Pun bisa memfasilitasi mimpi satu sama lain (tidak menghambat) juga selalu menempatkan diri kita dari perspektif pasangan. Poin-poin inilah yang dapat membangun perasaan “semakin lama semakin cinta”.

 Cinta yang bertahan lama adalah cinta yang dipupuk bukan cinta yang datang begitu saja.

Tak terkecuali pembentukan visi atas hubungan yang diinginkan. Dari awal kita harus sudah tahu apa tujuan hubungan tersebut yang kemudian harus sesuai dengan tujuan dari calon pasangan. Misalnya dari awal kita sudah tahu kita mau menikah karena ibadah maka kita harus menemukan orang yang berpikir demikian. Jadi sebelum melanjutkan interaksi, kita sudah mendiskusikan tujuan yang ingin dicapai dari hubungan tersebut — kalau memang mencari sesuatu yang serius.

Tak kalah pentingnya penentuan kriteria yang lugas. Mengapa? Karena kita, atau teman yang membantu kita mencari pasangan, membutuhkan informasi yang tepat untuk membuat banyak keputusan logis. Mencari cinta adalah perjalanan yang bergantung penuh pada perasaan, tetapi menjalin hubungan romantis memerlukan lebih dari cinta. Maka dari itu dalam proses pencarian pasangan diperlukan pemikiran, perencanaan dan keputusan-keputusan yang berdasarkan logika. Terdapat pula cara efektif menentukan kriteria pasangan hidup dengan mendasari penentuan pada tiga hal berikut.

Pertama, Spiritual. Dalam hal ini bukanlah hanya menjalankan dogma sebuah kepercayaan tetapi tentang kepercayaan kita pada suatu tujuan yang mulia. Seperti halnya agama, manusia memeluk satu kepercayaan dengan tujuan yang lebih besar di kehidupan selanjutnya. Begitu pula maksud spiritual di dalam sebuah hubungan yaitu memiliki tujuan yang lebih besar saat menjalani hubungan tersebut. Seseorang yang cocok adalah yang dapat mendukung kita dalam mencapai tujuan hidup. Sehingga faktor spiritual merupakan bahan pertimbangan utama untuk mengeliminasi calon pasangan sebelum memulai hubungan.

Kedua, Mental. Adalah melihat kesiapan mental orang tersebut, caranya berkomunikasi, tingkat intelektualitas, tingkat kedewasaan serta pengalaman hidup yang selaras. Keterampilannya mengatasi berbagai konflik termasuk dalam kriteria mental.

Ketiga, Fisik. Ibarat api unggun, ketertarikan fisik adalah percikan api pertama yang membuat api unggun menyala. Begitu juga saat memutuskan sebuah hubungan pintu pertama untuk dapat saling tarik-menarik adalah penampilan. Tapi ingat, penampilan alami ya bukan karena banyaknya makeup atau operasi plastik. Kriteria fisik ini pun harus spesifik. Contohnya apabila kita ingin pasangan yang tinggi, setinggi apa yang diinginkan. Apakah harus lebih tinggi dari kita atau ada batas tertentu Spesifikasi tersebut nantinya digunakan sebagai pembanding antar calon.

Bayangkan jika sudah ada framework seperti ini di kepala, kita akan lebih mudah membuat keputusan-keputusan yang matang untuk ke jenjang yang serius dengan orang yang tepat. Pasangan yang akhirnya menjadi jodoh adalah pribadi yang diinginkan dan dibutuhkan. Itulah resep hubungan dapat bertahan lama.

Bumbu lain dalam resep kelanggengan adalah diri sendiri. Maksudnya kita harus mempersiapkan diri sendiri menjadi versi yang menarik bagi calon pasangan. Apabila kita ingin calon pasangan kita orang yang sabar berarti kita sudah menjadi orang yang sabar. Faktanya kita akan menarik orang yang merupakan cerminan diri makanya kejujuran pada diri sendiri sangat dibutuhkan demi menarik orang yang tepat. Fokus pada diri sendiri juga dapat berarti fokus pada komitmen yang kemudian menjadi kewajiban dan integritas. Ketika kita fokus pada kewajiban diri sendiri kita tidak memiliki ekspektasi pada pasangan. Kalau memang dia melebihi ekspektasi, itu adalah sebuah bonus. Tetapi jika tidak, kita tidak akan kecewa karena kita fokus pada integritas kita sebagai pasangannya. Semakin tinggi ekspektasi pada pasangan semakin besar kemungkinan berakhirnya hubungan lewat kekecewaan yang semakin hari semakin menumpuk.

Kita akan menarik orang yang merupakan cerminan diri makanya kejujuran pada diri sendiri sangat dibutuhkan demi menarik orang yang tepat.

Intinya adalah pencarian jodoh seumur hidup diperlukan pembuatan keputusan yang matang sejak dini bahkan sebelum ada kata resmi. Bicarakan dari awal tujuan dari hubungan yang ingin dijalin, jadilah diri sendiri dengan perspektif positif, tanpa perlu menggunakan ego. Ukur kelebihan dan kekurangan diri secara jujur dan informasikan padanya. Demikianlah kita dapat membuat keputusan-keputusan baik dan lebih mudah untuk berkomitmen atas keputusan yang sudah berakar.

Related Articles

Card image
Circle
Perjalanan Menemukan Makna dan Pentingnya Pelestarian Budaya

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kadang kita lupa bahwa pada akhirnya yang kita butuhkan adalah kembali ke akar budaya yang selama ini sudah ada, menghidupi kembali filosofi Tri Hita Karana, di mana kita menciptakan keselarasan antara alam, manusia, dan pencipta. Filosofi inilah yang coba dihidupkan Nuanu.

By Ida Ayu Astari Prada
25 May 2024
Card image
Circle
Kembali Merangkai Sebuah Keluarga

Selama aku tumbuh besar, aku tidak pernah merasa pantas untuk disayang. Mungkin karena aku tidak pernah merasakan kasih sayang hangat dari kedua orang tua saat kecil. Sejauh ingatan yang bisa aku kenang, sosok yang selalu hadir semasa aku kecil hingga remaja adalah Popo dan Kung-Kung.

By Greatmind
24 November 2023
Card image
Circle
Pernah Deep Talk Sama Orang Tua?

Coba ingat-ingat lagi kapan terakhir kali lo ngobrol bareng ibu atau bapak? Bukan, bukan hanya sekedar bertanya sudah makan atau belum lalu kemudian selesai, melainkan perbincangan yang lebih mendalam mengenai apa yang sedang lo kerjakan atau usahakan.

By Greatmind x Folkative
26 August 2023