Circle Work & Money

Gotong Royong Meningkatkan Kesejahteraan

Ada banyak model bisnis yang dapat menjadi pilihan ketika ingin memulai suatu usaha. Salah satu pilihannya adalah sistem ekonomi gotong royong. Ekonomi gotong royong secara singkat dapat diartikan sebagai sistem ekonomi yang bertujuan untuk saling membantu satu sama lain, untuk dapat mencapai kemakmuran bersama di atas kepentingan individu atau kelompok tertentu. Sistem ini mungkin akan terasa sangat membantu bagi teman-teman yang ada di daerah atau biasanya juga dikategorikan dengan istilah Lower Tier-Cities. 

Ekonomi gotong royong secara singkat dapat diartikan sebagai sistem ekonomi yang bertujuan untuk saling membantu satu sama lain, untuk dapat mencapai kemakmuran bersama di atas kepentingan individu atau kelompok tertentu. Sistem ini mungkin akan terasa sangat membantu bagi teman-teman yang ada di daerah atau biasanya juga dikategorikan dengan istilah Lower Tier-Cities. 

Model bisnis yang menerapkan ekonomi gotong royong pada dasarnya memberikan kesempatan bagi masyarakat di desa untuk dapat berpenghasilan. Cara paling efektif untuk dapat menerapkan sistem ini adalah dengan pembelajaran dari masyarakat untuk masyarakat. Untuk dapat mencapai kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Evermos adalah salah satu e-commerce yang menerapkan model bisnis ini, mulai dari 3 tahun yang lalu. Misinya adalah untuk membangun ekonomi gotong royong dengan mendemokratisasi kewirausahaan. Kita ingin membangun sistem ekonomi dimana semua pihak dapat bekerja sama satu sama lain. Meliputi brand, pembeli, dan reseller. 

Ada dua hal yang melatarbelakangi pemilihan model bisnis ini. Pertama, karena saya berasal dari sebuah desa di Jogjakarta. Waktu tempuh untuk sampai ke pusat kota kurang lebih sekita satu jam, 80% area di sana masih berupa sawah sehingga mayoritas pekerjaan masyarakat di sana adalah petani. Generasi muda di desa biasanya bekerja di sektor-sektor informal, padahal mereka sebenarnya memiliki kemampuan, keterampilan, dan juga semangat yang belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan kesempatan yang ada. Jadi, saya merasa perlu melalukan sesuatu untuk meningkatkan kesempatan mereka agar lebih sejahtera. Melalui Evermos, mereka punya kesempatan untuk berjualan hanya dengan handphone yang mereka miliki.

Generasi muda di desa biasanya bekerja di sektor-sektor informal, padahal mereka sebenarnya memiliki kemampuan, keterampilan, dan juga semangat yang belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan kesempatan yang ada. Jadi, saya merasa perlu melalukan sesuatu untuk meningkatkan kesempatan mereka agar lebih sejahtera.

Alasan kedua adalah karena pengalaman perusahaan rintisan yang dikelola sebelumnya mengajarkan saya bahwa ternyata biaya akuisisi pengguna memerlukan biaya yang sangat besar. Sehingga kita memutuskan untuk menerapkan model bisnis yang lebih efisien dengan apa yang kita laukan sekarang. Tentu ada tantang saat mengenalkan model bisnis ini kepada masyarakat, karena mungkin belum familiar dengan sistem reseller dan bertransaksi melalui e-commerce. Sehingga secara rutin, kami juga menghadirkan pelatihan secara offline maupun online

Fokus saya dan teman-teman yang lain sekarang adalah untuk memperbanyak reseller dan meningkatkan kualitas reseller. Kalau kita bisa punya reseller dengan kualitas yang baik tentu omzet kita juga dan para brand akan semakin besar. Sehingga, kita bisa membuka lapangan pekerjaan baru, sumbangan pajak ke negara juga lebih tinggi sehingga ekonomi gotong royong bisa menghasilkan dampak bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Terlebih, pengangguran di Indonesia saat ini jumlahnya hingga 9 juta orang sehingga sebenarnya kalau mereka punya handphone, mereka bisa berbisnis tanpa harus punya modal dan pengalaman. Sehingga pengangguran di Indonesia bisa jauh ditekan.

Related Articles

Card image
Circle
Perjalanan Menemukan Makna dan Pentingnya Pelestarian Budaya

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kadang kita lupa bahwa pada akhirnya yang kita butuhkan adalah kembali ke akar budaya yang selama ini sudah ada, menghidupi kembali filosofi Tri Hita Karana, di mana kita menciptakan keselarasan antara alam, manusia, dan pencipta. Filosofi inilah yang coba dihidupkan Nuanu.

By Ida Ayu Astari Prada
25 May 2024
Card image
Circle
Kembali Merangkai Sebuah Keluarga

Selama aku tumbuh besar, aku tidak pernah merasa pantas untuk disayang. Mungkin karena aku tidak pernah merasakan kasih sayang hangat dari kedua orang tua saat kecil. Sejauh ingatan yang bisa aku kenang, sosok yang selalu hadir semasa aku kecil hingga remaja adalah Popo dan Kung-Kung.

By Greatmind
24 November 2023
Card image
Circle
Pernah Deep Talk Sama Orang Tua?

Coba ingat-ingat lagi kapan terakhir kali lo ngobrol bareng ibu atau bapak? Bukan, bukan hanya sekedar bertanya sudah makan atau belum lalu kemudian selesai, melainkan perbincangan yang lebih mendalam mengenai apa yang sedang lo kerjakan atau usahakan.

By Greatmind x Folkative
26 August 2023