Society Health & Wellness

Mental Sehat Karena Alam

Greatmind

@greatmind.id

Redaksi

Fotografi Oleh: Annie Spratt (Unsplash)

Ingatkah kita dengan masa kecil saat lebih sering menghabiskan waktu bermain di taman, memanjat pepohonan, atau bahkan bersembunyi di semak belukar? Mungkin dulu kita melakukannya hanya sekadar karena ingin bermain tanpa tujuan apa pun. Namun nyatanya, bermain di alam saat kecil memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan mental kita di masa dewasa.

Telah banyak riset yang menunjukkan bahwa penghijauan bisa memberi dampak yang baik untuk tubuh seperti memperbaiki mood atau bahkan bisa meningkatkan imunitas. Hebatnya, bahkan studi terbaru yang dirilis di PNAS (Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America) menunjukkan bahwa berinteraksi dengan alam juga memberi manfaat bagi kesehatan mental.

Studi tersebut memperhatikan citra satelit yang menunjukkan area terbuka hijau di sekitar rumah tempat hampir jutaan responden tumbuh berkembang di masa kecil. Para peneliti menemukan fakta bahwa responden dewasa yang masa kecilnya tumbuh di sekitar area hijau memiliki risiko 55% lebih sedikit untuk terjangkit penyakit mental di masa dewasanya. Studi tersebut pun mengobservasi faktor lain seperti status sosial dan ekonomi serta genetik. Namun, faktor ‘tumbuh dekat dengan alam’ memegang peranan yang paling tinggi.

Lebih jauh lagi, para peneliti menjelaskan bahwa waktu memiliki peranan yang tak kalah penting untuk bisa mendapatkan manfaat dari alam bagi kesehatan mental. Manfaat-manfaat ini dapat dirasakan dengan baik hingga usia 10 tahun. Sehingga, masa kanak-kanak merupakan masa penting untuk dapat mendekatkan diri dengan alam – bermain dan menghabiskan waktu dengan penghijauan.

Mungkin konsep ‘mendekatkan diri’ dengan alam terkadang terdengar utopis karena bagi kita – masyarakat urban yang hidup di kota besar – penghijauan menjadi hal yang langka di antara ‘hutan beton’ metropolitan. Namun bukan berarti ‘mendekatkan diri dengan alam’ adalah tinggal di tengah hutan atau semacamnya. Masih banyak langkah sederhana untuk dapat memasukkan alam ke dalam kehidupan kita. Caranya semudah menghiasi sudut-sudut rumah dengan beberapa tanaman kecil atau mengunjungi taman-taman terdekat dan mencoba earthing (menempelkan kaki ke tanah dan rerumputan – red.).

Meskipun studi tersebut berfokus pada manfaat interaksi dengan alam di masa kecil, masih belum terlambat untuk bisa mendekatkan diri lebih jauh lagi dengan alam untuk mendapatkan manfaat yang sama, kok.

Related Articles

Card image
Society
Bersama Hadapi Masalah Mental

Banyak persepsi bahwa pemahaman orang Indonesia akan kesehatan mental masih rendah, sebenarnya menurut saya bukan rendah melainkan terpisah. Karena pergerakan kelompok yang bergerak di bidang kesehatan mental masih berjalan sendiri-sendiri, sehingga antar kelompok masyarakat tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh kelompok lainnya. Fenomena inilah yang menyebarkan narasi bahwa kesadaran akan kesehatan mental di Indonesia masih rendah.

By Dr. Sandersan Onie
04 December 2021
Card image
Society
Anak Muda dan Krisis Iklim

Berangkat dari pandangan skeptis terhadap pemuda Indonesia, kami sudah menurunkan ekspektasi. Apapun hasil dari survei ini tetap akan dirilis. Ternyata angka yang didapatkan di luar dugaan, 82% responden menyatakan mengetahui isu perubahan iklim. Sebanyak 85% responden menyatakan korupsi sebagai isu yang paling mereka khawatirkan dan diikuti kecemasan akan kerusakan lingkungan dengan 82% dari populasi responden.

By Adityani Putri
13 November 2021
Card image
Society
Atasi Kelelahan Karena Teknologi

Banyak hal dalam keseharian kita yang dilakukan di depan layar. Kita menggunakan beragam perangkat digital untuk menyederhanakan dan mempersingkat aktivitas harian kita. Mulai dari mencari resep makanan hingga melihat perkiraan cuaca. Teknologi pada akhirnya telah mengubah cara kita memanfaatkan waktu.

By Greatmind x Google Indonesia
16 October 2021