Society Food For Thought

Food For Thought: Tembok Untuk Diruntuhkan

Greatmind

@greatmind.id

Redaksi

Ilustrasi Oleh: Dwi Ferbriyan

Entah memiliki passion akan suatu hal atau tidak, akan selalu ada waktu dimana kita harus mengeluarkan ketekunan, keteguhan, dan kesabaran untuk menaklukan rintangan yang tengah kita hadapi dalam mengerjakan suatu hal. Dalam ketiga buku rekomendasi GREATMIND bulan ini, kami memilihkan Anda teman bercerita yang dapat mendorong Anda untuk terus bergerak maju. 

Leo the Late Bloomer – Robert Kraus

Setiap orang memiliki waktunya sendiri. Dan sebenarnya, tidak ada kata terlambat dalam tahap perkembangan dan penguasaan keterampilan seseorang. Justru keterlambatan yang seseorang miliki, bisa saja memiliki hasil yang lebih baik daripada mereka yang menguasai suatu kemampuan lebih cepat atau tepat waktu. Kurang lebih itulah pesan yang Robert Kraus coba sampaikan dalam buku Leo the Late Bloomer. Leo si anak harimau dikisahkan belum bisa membaca, menulis, maupun berbicara lancar layaknya teman-teman seumurannya. Orangtuanya tentu mengkhawatirkan perkembangan anaknya tersebut. Namun, alih-alih bersikap sedih, menyerah, ataupun marah pada keadaan, sejumlah kalimat singkat bernada menentramkan justru terucap untuk tanpa sadar pembaca rekam dan ingat. Untuk Anda yang tengah belajar atau dalam proses mencapai sesuatu, kisah sederhana ini dapat menjadi pengingat kecil dimana kesabaran dan ketekunan, pasti akan membuahkan hasil  – dan istimewanya, anak atau adik kecil Anda pun dapat turut membacanya bersama Anda.

Shipwreck at The Bottom of the World – Jennifer Armstrong

Bagaimana rasanya berbulan-bulan terjebak di Antartika? Pada Agustus 1914, Ernest Shackleton beserta 27 awak kapalnya berlayar dari Inggris ke Kutub Selatan, dalam tujuan menjelajahi Antartika untuk pertama kalinya. 100 mil menjelang daratan, kapal mereka terjebak dalam bongkahan es, rusak, dan tenggelam. Selama sekitar 5 bulan lamanya mereka harus bertahan hidup dan berjuang pulang kembali ke tanah air mereka dengan amunisi terbatas dan perahu kecil ala kadarnya yang semuanya diperoleh dari sisa-sisa kapal mereka yang telah hancur. Meski tampak tidak mungkin, namun Shackleton berhasil pulang dan membawa seluruh awaknya kembali dengan selamat ke Inggris tanpa terkecuali. Kepemimpian, keteguhan, dan keberanian menjadi benang merah dari usaha berhasilnya upaya bertahan hidup serta ‘keluar’ dari alam liar bersuhu ekstrim.  Kita memang tidak selalu dapat memilih situasi apa yang akan kita hadapi. Namun, kita bisa memilih bagaimana kita akan bersikap menghadapinya. Dilengkapi foto dokumentasi asli yang memberi gambaran akan situasi sebenarnya saat ekspedisi berlangsung, kisah nonfiksi ini pun memiliki gaya bahasa bercerita yang hangat dan mengalir – menjadikan Anda yang belum terbiasa membaca kisah dokumenter akan menyukainya.

A Fish Caught in Time – Samantha Weinberg

Saat seseorang memiliki passion kuat akan suatu hal, ia dapat melakukan apa saja untuk memperolehnya meski jalan yang ditempun tidak selalu mudah. Di tahun 1938, seorang kurator museum di Afrika Selatan tanpa sengaja mendapati seekor ikan berukuran besar dengan ciri fisik tidak pada umumnya ditemukan, dalam jaring nelayan lokal. Setelah proses identifkasi berlangsung, ikan tersebut dikenali sebagai Coelacanth, seekor ikan purba yang telah hidup ratusan juta tahun yang lalu, semasa dengan dinosaurus. Menyadari adanya kemungkinan spesies ikan yang sama masih hidup di suatu peraian, ekpedisi pencarian pun dilakukan melintasi sejumlah negara, dari Afrika hingga Indonesia - dimana pada akhirnya species ikan Coelacanth yang masih hidup pun ditemukan. Sebuah kisah nonfiksi yang menggabungkan aspek petualangan dan ilmiah yang menarik untuk disimak serta ditelusuri kembali, untuk Anda yang gemar berpetualang atas dasar satu kisah yang Anda baca. Bila Anda pernah mengunjungi Manado dan mendapati sebuah patung besar ikan di salah satu bibir pantai, maka Anda kini tahu bagaimana kisah yang terjadi di belakangnya.

Related Articles

Card image
Society
Bersama Hadapi Masalah Mental

Banyak persepsi bahwa pemahaman orang Indonesia akan kesehatan mental masih rendah, sebenarnya menurut saya bukan rendah melainkan terpisah. Karena pergerakan kelompok yang bergerak di bidang kesehatan mental masih berjalan sendiri-sendiri, sehingga antar kelompok masyarakat tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh kelompok lainnya. Fenomena inilah yang menyebarkan narasi bahwa kesadaran akan kesehatan mental di Indonesia masih rendah.

By Dr. Sandersan Onie
04 December 2021
Card image
Society
Anak Muda dan Krisis Iklim

Berangkat dari pandangan skeptis terhadap pemuda Indonesia, kami sudah menurunkan ekspektasi. Apapun hasil dari survei ini tetap akan dirilis. Ternyata angka yang didapatkan di luar dugaan, 82% responden menyatakan mengetahui isu perubahan iklim. Sebanyak 85% responden menyatakan korupsi sebagai isu yang paling mereka khawatirkan dan diikuti kecemasan akan kerusakan lingkungan dengan 82% dari populasi responden.

By Adityani Putri
13 November 2021
Card image
Society
Atasi Kelelahan Karena Teknologi

Banyak hal dalam keseharian kita yang dilakukan di depan layar. Kita menggunakan beragam perangkat digital untuk menyederhanakan dan mempersingkat aktivitas harian kita. Mulai dari mencari resep makanan hingga melihat perkiraan cuaca. Teknologi pada akhirnya telah mengubah cara kita memanfaatkan waktu.

By Greatmind x Google Indonesia
16 October 2021