Society Art & Culture

Relevansi Sensor Di Era Konten

Joko Anwar

@jokoanwar

Sutradara & Penulis

Fotografi Oleh: Ayunda Kusuma Wardani

Industri film Indonesia kian meningkat dari tahun ke tahun. Sejumlah data statistik menyatakan pencapaian ini dengan menyertakan angka peningkatan jumlah judul yang beredar, ragam genre yang ditawarkan, banyaknya penonton, hingga membandingkannya dengan kuantitas layar bioskop dan saluran digital yang tersebar di tanah air.

Dengan makin tidak terbatasnya akses terhadap film di era digital ini, penonton pun mendapat peluang untuk lebih bebas mengkonsumsi segala tontonan yang mereka inginkan, yang sejatinya telah melalui proses penyensoran terlebih dahulu untuk menilai apakah film tersebut layak disiarkan atau tidak. Walaupun dimaksudkan untuk memberi masyarakat tayangan yang berkualitas dan mendidik, ada kalanya sensor dapat membuat tuangan ide sineas yang ingin karyanya dapat dinikmati khalayak sebanyak-banyaknya, menjadi terbatas pada tingkat usia atau golongan tertentu saja.

Menanggapi banyaknya konten siaran yang tidak terbendung asal mulanya serta limitasi lembaga sensor untuk dapat menilai semuanya, proses sensor film pun mulai dipertanyakan terkait kebutuhan dan relevansinya saat ini.

Di suatu sudut kafe yang diliputi suara riuh rendah pengunjung, GREATMIND berbincang dengan sutradara, produser, sekaligus penulis naskah film Joko Anwar, mengenai proses sensor film yang selama ini disinyalir membatasi ruang ekspresi para sineas dalam berkarya.

Apakah benar sensor film masih relevan untuk diterapkan?

Related Articles

Card image
Society
Mengubah Kehidupan Para Ikan

Sedari kecil, saya selalu bahagia sekali setiap kali diajak ke pantai. Maklum, saya tinggal di ibu kota yang tidak bisa tiap hari menikmati pantai. Kemudian suatu hari saya mencoba scuba diving untuk pertama kali dan ternyata hal tersebut mengubah hidup saya selamanya.

By Elle Wibisono
23 January 2021
Card image
Society
Jaga Jarak Demi Sehat

Harus kita sadari bahwa virus Covid-19 nyatanya adalah penyakit yang menyebar di udara. Semua orang punya risiko untuk terserang virus sekalipun sudah menjauhi keramaian, tidak berkumpul dengan teman-teman di area publik, atau hanya sekadar pergi ke supermarket untuk belanja. Oleh sebab itu, sebenarnya menjaga jarak adalah hal yang paling utama selain dilengkapi dengan mencuci tangan dan memakai masker. 

By dr. Eric Daniel Tenda, DIC, PhD, SpPD, FINASIM
16 January 2021
Card image
Society
Pelajaran Dari Ibu

Melihat kedua orang tua, saya selalu merasa mereka adalah pasangan yang ideal, yang saling mendukung dengan pandangan dan ajarannya masing-masing. Dari ayah, saya belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, dan bermimpi tinggi. Dari ibu, saya belajar hal-hal lainnya di luar itu semua.

By Amanda Subagio
16 January 2021