Society Art & Culture

Relevansi Sensor Di Era Konten

Joko Anwar

@jokoanwar

Sutradara & Penulis

Fotografi Oleh: Ayunda Kusuma Wardani

Industri film Indonesia kian meningkat dari tahun ke tahun. Sejumlah data statistik menyatakan pencapaian ini dengan menyertakan angka peningkatan jumlah judul yang beredar, ragam genre yang ditawarkan, banyaknya penonton, hingga membandingkannya dengan kuantitas layar bioskop dan saluran digital yang tersebar di tanah air.

Dengan makin tidak terbatasnya akses terhadap film di era digital ini, penonton pun mendapat peluang untuk lebih bebas mengkonsumsi segala tontonan yang mereka inginkan, yang sejatinya telah melalui proses penyensoran terlebih dahulu untuk menilai apakah film tersebut layak disiarkan atau tidak. Walaupun dimaksudkan untuk memberi masyarakat tayangan yang berkualitas dan mendidik, ada kalanya sensor dapat membuat tuangan ide sineas yang ingin karyanya dapat dinikmati khalayak sebanyak-banyaknya, menjadi terbatas pada tingkat usia atau golongan tertentu saja.

Menanggapi banyaknya konten siaran yang tidak terbendung asal mulanya serta limitasi lembaga sensor untuk dapat menilai semuanya, proses sensor film pun mulai dipertanyakan terkait kebutuhan dan relevansinya saat ini.

Di suatu sudut kafe yang diliputi suara riuh rendah pengunjung, GREATMIND berbincang dengan sutradara, produser, sekaligus penulis naskah film Joko Anwar, mengenai proses sensor film yang selama ini disinyalir membatasi ruang ekspresi para sineas dalam berkarya.

Apakah benar sensor film masih relevan untuk diterapkan?

Related Articles

Card image
Society
Bangun Kesadaran Awasi Penyiaran

Pada dasarnya, televisi diciptakan untuk menjadi sarana menyampaikan informasi dan hiburan. Kehadiran televisi dalam hidup kita pun berperan penting dalam memengaruhi pola pikir dan tindakan masyarakat. Bahkan televisi berpotensi besar untuk mencerdaskan sebuah bangsa. Namun, televisi juga bisa menjadi medium yang berdampak buruk jika konten di dalamnya tidak diperhatikan secara seksama.

By Kania Annisa
12 June 2021
Card image
Society
Kompetisi Mendorong Potensi

Tidak semua orang suka berkompetisi. Namun sadar atau tidak, semua orang pasti berkompetisi. Entah dengan orang lain atau dengan dirinya sendiri. Bahkan sebenarnya kompetisi dengan diri sendiri adalah yang tersulit tapi terpenting. Pada dasarnya, kehadiran kompetisi dalam hidup kita cukup signifikan. Jika tidak ada kompetisi, kita tidak akan melihat kemajuan. 

By Steven Koesno
05 June 2021
Card image
Society
Makna Sepotong Tempe

Tempe secara tidak langsung sebenarnya mewakili identitas kita sebagai orang Indonesia. Ia merepresentasikan keberagaman yang dimiliki Indonesia. Saat membuat tempe kita sebenarnya sedang berkontemplasi, menikmati waktu yang ada serta melatih kita untuk sabar dan mengelola energi positif. 

By Wida Winarno
05 June 2021