Society Planet & People

Mengubah Kehidupan Para Ikan

Sedari kecil, saya selalu bahagia sekali setiap kali diajak ke pantai. Maklum, saya tinggal di ibu kota yang tidak bisa tiap hari menikmati pantai. Kemudian suatu hari saya mencoba scuba diving untuk pertama kali dan ternyata hal tersebut mengubah hidup saya selamanya. Saya pun berkesempatan untuk menyelam di Pulau Komodo yang ketika itu belum sepopuler sekarang. Di sana saya baru menyadari betapa indahnya ekosistem bawah laut dengan banyaknya ikan segala warna dan bentuk. Ada satu titik menyelam yang dipenuhi ikan-ikan hingga seperti terjadi kemacetan di bawah laut. Berada di sana rasanya seperti berada di dunia yang berbeda. 

Sayangnya, tidak semua titik memiliki pemandangan yang serupa. Terdapat titik di mana tidak ada terumbu karang sama sekali karena digunakan untuk jadi titik penangkapan ikan. Saya pun merasa amat terkejut karena ternyata perbedaannya drastis sekali antara ekosistem bawah laut yang sehat dan rusak. Setelahnya, saya semakin yakin untuk berkecimpung di dunia perikanan agar bisa membawa perubahan pada kehidupan bawah laut.

Sepuluh tahun lalu, kesadaran lingkungan tentang kelautan tidaklah seperti sekarang dengan beragam kampanye untuk melestarikan biota laut. Akan tetapi, perikanan belum jadi perhatian utama. Kampanye tentang terumbu karang dan penyu mungkin sudah banyak didengar. Tapi tidak begitu dengan ikan. Salah satu alasannya mungkin karena topik ikan tidak sekeren terumbu karang atau penyu. Para peneliti jika ingin mengumpulkan data tentang terumbu karang pasti harus menyelam. Ini tentu terasa keren dan menyenangkan. Sementara jika mau meneliti ikan, para peneliti harus pergi ke pasar ikan, melihat ikan-ikan yang mati dan seringnya berkutat dengan bau amis. Interaksi masyarakat dengan perikanan juga hanya sebatas konsumsi saja. Apalagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan. 

Merasa bahwa masyarakat masih perlu meningkatkan kesadaran tentang ikan, saya akhirnya memutuskan untuk menggali lebih banyak seputar perikanan. Menurut saya, sebenarnya masyarakat bisa mulai meningkatkan kesadaran akan ikan dengan memilih apa yang dimakan. Kekuatan konsumen untuk memperbaiki kondisi perikanan adalah dengan kritis memilih hidangan laut. Meskipun sebenarnya peran konsumen harus dilengkapi dengan peran dari para penjual ikan dan pelaku penjualan hidangan laut. Mungkin kita sudah menyadari ikan apa saja yang sudah dieksploitasi berlebihan. Namun ketika ikan tersebut sampai di restoran dan dibandrol dengan harga mahal, konsumen justru merasa ikan tersebut punya nilai lebih dan harus dikonsumsi. Jadi menurut saya ada permintaan konsumen dengan aturan yang seharusnya diterapkan tidak terhubung. Informasi yang dikonsumsi masyarakat pun sangat kurang sehingga mereka tidak tahu apa yang boleh dan tidak boleh. Akhirnya karena ikan tetap harus dipasarkan, langkah yang kurang ramah lingkungan dilakukan. 

Menurut saya, sebenarnya masyarakat bisa mulai meningkatkan kesadaran akan ikan dengan memilih apa yang dimakan.

Sementara kalau kita melihat dari pihak para nelayan atau penjual ikan, mereka juga tidak punya banyak pilihan. Sekalinya mereka sudah susah menangkap ikan besar, mereka akan menangkap ikan yang jarang dikonsumsi masyarakat. Akibatnya, mereka harus memancing ikan apapun, meski ikan tersebut sudah sedikit jumlahnya di laut. Mereka harus tetap hidup dari memancing ikan walaupun nantinya bisa merugikan untuk alam. Maka, masalah perikanan sangatlah kompleks. Dari segi sains, para peneliti mungkin mudah melarang ini-itu. Tapi mengatur industri perikanan adalah mengatur sumber daya manusianya. Kita tidak bisa memberitahu ikan untuk tidak berenang ke tempat para nelayan memancing. Jadi yang harus diatur adalah para pelaku industri perikanan. Dari nelayan hingga para penjual ikan dan pelaku restoran hidangan laut serta konsumen. Seperti yang kita tahu, mengatur manusia sangatlah rumit karena setiap orang punya kepentingan masing-masing yang juga valid. Nelayan menangkap ikan karena harus menafkahi keluarga. Ini adalah alasan yang valid. Menjaga lingkungan juga valid. Jadilah isu perikanan jadi sangat kompleks. Semua pelaku industri perikanan harus sama-sama berdampingan demi keberlangsungannya. 

Semua pelaku industri perikanan harus sama-sama berdampingan demi keberlangsungannya.

Di sisi lain, industri pariwisata juga terbilang bisa membahayakan keberlangsungan biota laut. Sebenarnya, menurut saya sah-sah saja tempat wisata menghadirkan atraksi kelautan selama perkembangannya dikendalikan dan ada regulasi yang secara ketat diterapkan. Seperti rekreasi lumba-lumba di Lovina. Sebenarnya banyak hal positif di dalam kegiatan tersebut karena tidak mengganggu keberadaan lumba-lumba juga. Begitu pula dengan menyelam dan snokerling. Kita bisa menikmati alam jika selama masih dalam batasan tertentu yang memastikan tidak merusak ekosistem laut. Contohnya dengan membatasi kunjungan dalam sehari dan adanya monitoring. Dampak pariwisata bisa tidak jadi negatif meskipun implementasi aturan sangat menantang. Akan tetapi jika berjalan beriringan, keuntungan pariwisata bisa menghidupi masyarakat lokal dan masyarakat juga bisa menikmati alam untuk dapat memberikan apresiasinya.

Belum lagi dengan permasalahan polutan yang berakhir di laut. Kita harus mulai sadar betapa berbahayanya sampah-sampah yang sampai ke laut. Keberadaan polutan tersebut bisa mengurangi kemampuan ikan untuk bertahan hidup. Sama halnya dengan pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim. Perubahan iklim diprediksi dapat mengubah kualitas air laut sehingga mempersulit ikan untuk hidup. Oleh sebab itu, ini adalah tugas kita semua untuk mulai mengubah situasi perikanan dari hal paling sederhana seperti mengetahui apa yang kita makan. 

Oleh sebab itu, ini adalah tugas kita semua untuk mulai mengubah situasi perikanan dari hal paling sederhana seperti mengetahui apa yang kita makan. 

Sebagai salah satu langkah saya menyebarkan kesadaran soal perikanan Indonesia, saya membuat sebuah akun Instagram bernama @fishtory.co. Di dalamnya terdapat serial komik yang menggambarkan tentang dunia perikanan sekaligus informasi sains tentang perikanan. Tujuannya agar industri perikanan khususnya mereka yang suka membeli dan konsumsi ikan bisa memiliki informasi lebih menyeluruh. Jadi, mereka bisa menyadari ada dampak negatif yang memengaruhi banyak aspek lain dalam hidup jika tidak memerhatikan kehidupan perikanan. Selain itu saya juga ingin menyebarkan konsep sains yang berhubungan dengan perikanan dan sains secara umum. Harapannya agar masyarakat bisa mengetahui konsep sains sehubungan dengan pengumpulan data dan membuat kesimpulan. Maka, mereka bisa belajar lebih kritis dalam mengonsumsi sebuah berita atau wacana. 

Related Articles

Card image
Society
Lika-Liku Ibu Kota

Seumur hidup, saya hanya tinggal di Jakarta. Tak pernah singgah secara serius di tempat lain. Di ibu kota ini saya tinggal dan tumbuh besar. Di sini pula saya mencari makan, patah hati, hingga melahirkan berbagai khayalan-khayalan. Ia adalah sebuah kota yang ‘serba ada’ dan “serba bisa”. Tapi di saat bersamaan, ia juga bisa jadi tempat yang serba sulit mendapatkan hal-hal yang sepantasnya bisa diakses dengan mudah oleh banyak orang.

By Baskara Putra
17 April 2021
Card image
Society
Sadar Kebutuhan Diri

Plastik memang diciptakan sebagai langkah ekonomis dan praktis. Bahannya yang tahan lama dan lebih murah jadi alasan plastik jadi pilihan untuk memudahkan kehidupan sehari-hari. Tapi, ia sesungguhnya diciptakan untuk dapat dipakai berkali-kali. Tidak hanya untuk sekali pakai.

By Gede Robi Supriyanto
10 April 2021
Card image
Society
Mengubah Stigma Wanita

Feminisme adalah kesetaraan posisi dalam masyarakat di mana tidak lagi ada penilaian atau stigma tertentu tentang wanita dari sesama wanita atau kelompok lain. Tidak ada lagi kata-kata, “Kok cewek banget sih” atau “Dasar cewek”. Feminisme adalah tentang perjuangan kaum perempuan dan kaum minoritas kesetaraan atas hak-hak setiap manusia tanpa memandang gender. 

By Mar Galo
03 April 2021