Society Planet & People

Mencari Solusi Dari Hulu Ke Hilir

Dewasa ini, isu kerusakan lingkungan bisa bersumber dari berbagai macam hal. Salah satunya adalah sampah. Pengelolaan sampah yang buruk berkontribusi sekitar 20% dari global warming. Jika sampah tidak dipisahkan, gas metan yang berasal dari pembusukan sampah bisa terperangkap dan merusak lapisan ozon. Dampaknya tentu tidak hanya akan merusak lingkungan tapi juga untuk kesehatan manusia. Gas metan yang diakibatkan dari pembusukan sampah. 

Masalahnya, perilaku kita yang tidak memilah sampah dan membuatnya tertumpuk di TPA memperburuk situasi. Apalagi di Indonesia tingkat upaya daur ulang sangatlah rendah, di bawah 9%. Padahal sudah terdapat undang-undang yang menyatakan tentang pengelolaan sampah. Sayangnya, pemerintah sendiri belum punya fasilitas yang cukup memadai sehingga masih terus terjadi penumpukan sampah di TPA. Fatalnya, jika ini terus terjadi penumpukan sampah tersebut akan mencemarkan udara, air, dan tanah kita. Dampak langsung dari penumpukkan sampah bisa kita rasakan dari air tanah yang dikonsumsi. Setiap orang yang menggunakan air tanah, dari waktu ke waktu harus menggali lebih dalam tanah untuk mendapatkan air. Sementara sampah-sampah yang menumpuk bisa memberikan kontaminasi ke  dalam galian air tanah tersebut. Jadi secara tidak langsung air yang kita dapatkan untuk keperluan sehari-hari sebenarnya sudah terkontaminasi dengan sampah.

Hanya saja, yang membuat masalah ini lebih kompleks adalah adanya jutaan pemulung di Indonesia yang mencari keuntungan dari sampah. Jika sampah sudah terkelola dengan baik, jutaan pemulung ini hidupnya bagaimana? Jadi sebenarnya, tugas pemerintah tidak hanya menyelesaikan masalah sampah tapi juga memberikan alternatif pekerjaan untuk mereka. Misalnya dengan membuat industri daur ulang untuk para pemulung. Maka, solusinya menyelesaikan dari hulu ke hilir. 

Keberadaan sampah sendiri sebenarnya tidak terelakkan. Semakin sebuah negara berkembang, semakin banyak sampahnya. Apalagi sampah plastik yang tiap tahun jumlahnya terus meningkat. Sampah plastik yang tidak terkelola bisa menimbulkan kehadiran mikro plastik yang bisa membuat kehidupan kita terkontaminasi. Di garam laut saja sudah tercemar mikro plastik meskipun jumlahnya sangat kecil. Untuk mengatasi berbagai masalah sampah, seringkali kita dengan himbauan untuk menerapkan gaya hidup zero waste. Memang benar, menerapkan gaya hidup ini bisa menjadi solusi. Akan tetapi, jika kita mau menerapkan gaya hidup zero waste, kita harus memikirkan faktor-faktor perekonomian dan bisnis yang akan tutup. Kalau begitu sama saja kita membunuh manusia jika tidak ada lagi lahan mencari uang. Sebenarnya kalau mau melihat ke negara-negara yang berhasil mengelola sampah, bukanlah masyarakat yang diminta untuk hidup dengan konsep zero waste. Pemerintahnya mengubah perilaku masyarakat dengan menghadirkan tata kelola yang baik. 

Ada banyak faktor yang tetap harus kita pikirkan untuk mengubah perilaku masyarakat seperti infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang dapat menyelesaikan kemiskinan. Semua harus bisa berjalan secara paralel. Tidak bisa hanya dengan penerapan hidup zero waste saja. Pada dasarnya, untuk menyelesaikan isu lingkungan, kita harus mencari dan memilih cara yang berjangka panjang dan berkelanjutan. Kita tidak hanya memikirkan keberlangsungan alam saja tapi juga keberlangsungan hidup manusia. Itulah intinya. 

Pada dasarnya, untuk menyelesaikan isu lingkungan, kita harus mencari dan memilih cara yang berjangka panjang dan berkelanjutan.

Tiap individu yang mau mulai membuat perubahan pun sebaiknya mulailah dari hal kecil. Dari hal yang sederhana dan mulai dari sekarang. Setiap orang punya perjalanan berubahnya masing-masing. Jangan melihat orang lain sebab perubahan yang ekstrem biasanya tidak berjangka panjang. Bahkan sebenarnya jika mau menerapkan gaya hidup zero waste yang benar, seseorang perlu menjadi vegan. Apakah sudah siap dan bisa menjalani itu langsung dalam sekejap? Rasanya perlu proses yang terkadang butuh waktu tidak sebentar. Oleh sebab itu, lebih baik melakukan perubahan kecil dulu sedikit demi sedikit tapi konsisten. Niscaya, ini akan membuat perubahan besar jika terus dilakukan dan ditingkatkan seiring berjalannya waktu.

Related Articles

Card image
Society
Bersama Hadapi Masalah Mental

Banyak persepsi bahwa pemahaman orang Indonesia akan kesehatan mental masih rendah, sebenarnya menurut saya bukan rendah melainkan terpisah. Karena pergerakan kelompok yang bergerak di bidang kesehatan mental masih berjalan sendiri-sendiri, sehingga antar kelompok masyarakat tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh kelompok lainnya. Fenomena inilah yang menyebarkan narasi bahwa kesadaran akan kesehatan mental di Indonesia masih rendah.

By Dr. Sandersan Onie
04 December 2021
Card image
Society
Anak Muda dan Krisis Iklim

Berangkat dari pandangan skeptis terhadap pemuda Indonesia, kami sudah menurunkan ekspektasi. Apapun hasil dari survei ini tetap akan dirilis. Ternyata angka yang didapatkan di luar dugaan, 82% responden menyatakan mengetahui isu perubahan iklim. Sebanyak 85% responden menyatakan korupsi sebagai isu yang paling mereka khawatirkan dan diikuti kecemasan akan kerusakan lingkungan dengan 82% dari populasi responden.

By Adityani Putri
13 November 2021
Card image
Society
Atasi Kelelahan Karena Teknologi

Banyak hal dalam keseharian kita yang dilakukan di depan layar. Kita menggunakan beragam perangkat digital untuk menyederhanakan dan mempersingkat aktivitas harian kita. Mulai dari mencari resep makanan hingga melihat perkiraan cuaca. Teknologi pada akhirnya telah mengubah cara kita memanfaatkan waktu.

By Greatmind x Google Indonesia
16 October 2021