Society Work & Money

Memulai Dari Akhir

Mari kita berbicara tentang tujuan keuangan, mengapa ada orang yang sulit untuk memenuhinya, dan apa yang terjadi kalau kamu tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas.

Tapi sebelum membahas ini, apa sih tujuan keuangan itu? Yakni target atau prioritas berhubungan dengan uang yang ingin kamu capai. Kamu ingin menikah 3 tahun lagi dan perlu mengumpulkan dana 100 juta? Itu tujuan keuangan. Kamu ingin memulai berinvestasi bulan depan? Hey, itu tujuan keuangan juga.

Namun ada tujuan keuangan yang baik dan ada yang kurang baik. Seperti apa contohnya?

“Aku ingin kaya waktu pensiun nanti.” Ini kurang dapat menjadi contoh tujuan keuangan yang baik.

“Aku ingin memiliki uang 10 milyar sebagai dana pensiun pada tahun 2050 dengan berinvestasi 3 juta per bulan pada instrumen investasi yang menghasilkan imbal hasil rata-rata 12 - 15% per tahun.” Nah, ini  contoh tujuan keuangan yang lebih baik. Karena ciri-ciri tujuan keuangan yang baik adalah tujuan yang memiliki kaidah SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, and Timely).

Specific, tujuan keuangan sebagai dana pensiun berjumlah 10 milyar yang dibutuhkan pada tahun 2050. Measurable, uang 10 milyar. Attainable, mengumpulkan 10 milyar dalam waktu 30 tahun (Ini sebagai contoh, tentu relatif). Realistic, menyisihkan 3 juta per bulan (apabila pendapatannya 3x lipat lebih besar, sekali lagi ini relatif). Timely, ada target waktu penyelesaian.

Ketika kita sudah memiliki tujuan keuangan yang baik, kita dapat menentukan langkah-langkah yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah awal yang dapat kita ambil seperti: mengganti camilan dengan lebih murah, mengurangi belanja barang-barang lucu, atau menghentikan langganan yang tidak perlu. Berikutnya adalah membangun dana darurat yang kuat dan berasuransi.

Ketika kita sudah memiliki tujuan keuangan yang baik, kita dapat menentukan langkah-langkah yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

Terakhir adalah berinvestasi. Kita memilih dan mempelajari instrumen investasi yang cocok dengan profil risiko kita, sesuai dengan jangka waktu tujuan keuangan kita, dan sanggup memberikan imbal hasil yang cukup. Karena berbeda tujuan keuangannya, berbeda pula instrumen investasinya.

Tetapi sayangnya langkah terakhir inilah yang sering terburu-buru diambil oleh banyak orang, tanpa memastikan langkah-langkah sebelumnya sudah terpenuhi. Padahal berinvestasi tanpa memformulasikan tujuan keuangan yang pasti itu seperti merencanakan sebuah perpisahan dengan uang kita, apalagi diperparah dengan tidak adanya dana darurat dan asuransi.

Berinvestasi tanpa memformulasikan tujuan keuangan yang pasti itu seperti merencanakan sebuah perpisahan dengan uang kita

Mengapa ada orang yang melewati langkah membuat tujuan keuangan yang SMART? Jawaban yang klise, tapi lagi-lagi karena literasi keuangan dan ekonomi yang kurang. Beberapa orang ini tidak tahu pentingnya tujuan keuangan yang SMART. Bahkan pengetahuan dasar tentang bagaimana kita dapat mengelola pendapatan kita, menyisihkan sebagian untuk ditabung sebelum dihabiskan untuk keperluan kita masih belum merupakan pengetahuan yang umum untuk sebagian orang. Apalagi cara menganalisis instrumen investasi.

Salah satu yang mengamplifikasi fenomena ini adalah karena kebanyakan dari kita masih percaya bahwa ada skema menjadi kaya dengan cepat. Inilah yang mendorong beberapa di antara kita untuk mengambil keputusan-keputusan finansial yang tidak rasional. Kita silau dengan cuplikan dan narasi cuan-cuan (keuntungan) yang berseliweran di media sosial, entah itu dari orang yang kita tahu, kenal, atau asing sama sekali. Peer pressure sangat terasa dan terkadang membuat kita merasa menjadi FOMO. Kita langsung terjun agar tidak tertinggal, berpikir bahwa “kalau dia saja bisa, saya pun bisa dengan mudah”. Lantas kita ambil sebagian uang kita (bahkan ada yang sampai meminjam uang untuk diinvestasikan, sangat bertolak belakang dengan kaidah keuangan yang baik), kemudian “menginvestasikannya” ke beberapa produk investasi tanpa mempelajarinya dengan seksama terlebih dahulu, tidak tahu bahwa sebetulnya kita sedang “berpisah” dengan uang kita.

Kebanyakan dari kita masih percaya bahwa ada skema menjadi kaya dengan cepat. Inilah yang mendorong beberapa di antara kita untuk mengambil keputusan-keputusan finansial yang tidak rasional.

Hal yang dapat menolong kita untuk terhindar dari pengambilan keputusan keuangan yang salah adalah dengan memiliki tujuan keuangan yang SMART. Di awal tahun baru 2021 ini, stop memiliki tujuan keuangan yang tidak jelas. Mulailah dengan tujuan keuangan yang baik. Mulailah dengan akhir tujuan.

Related Articles

Card image
Society
Memahami Wibu: Obsesi terhadap J-Culture

Wibu atau weeb adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang non-Japanese yang terobsesi atau sangat menggemari kultur Jepang, khususnya yang terkait dengan game, manga, atau anime. Meskipun istilah weeb itu sendiri baru muncul di 4chan, sebuah situs berbagi gambar populer sekitar 1 dekade lalu, kultur wibu (atau Japanophilia) sebenarnya sudah lahir sejak era 80-90an.

By Pirrou Sophie
04 June 2022
Card image
Society
Tenang Bercerita

Tempaan hidup secara lahir dan batin yang awalnya disimpan dan menumpuk karena mungkin belum paham bagaimana cara merespon perasaan yang hadir. Kemudian emosi dan perasaan itu akhirnya muncul dalam bentuk rasa cemas berlebih yang saya rasakan.

By Syafwin Ramadhan Bajumi
23 April 2022
Card image
Society
Apresiasi Seni di Ruang Publik

Ketika berbicara mengenai apresiasi seni, menurut saya hal ini bisa dilakukan mulai dari cara-cara yang sederhana. Bisa kita mulai dengan memajang karya seni di halaman rumah kita. Kalau mungkin kita memiliki properti lain seperti villa atau restoran, tempat-tempat tersebut juga bisa menjadi opsi bagi kita untuk mengapresiasi karya seni yang juga bisa dilihat oleh publik.

By Hafidh Ahmad Irfanda
16 April 2022