Society Planet & People

Memberi Kembali Untuk Masa Depan

Alam yang dimiliki negara kita sangat indah. Apalagi di daerah Kalimantan, di mana hutannya masih lebat. Namun, hati saya merasa ada beban moral dan mental karena dengan latar belakang saya bekerja di sektor tambang, di mana kegiatan utamanya adalah menggali serta mengambil hasil alam, saya terpaksa harus membabat hutan tersebut untuk menambang sebab saya memiliki izin untuk kegiatan ini. Tentu hasil tambang berguna pula untuk kehidupan kita sehari-hari. Akan tetapi, dalam hati kecil saya, ingin rasanya saya bisa giveback atau memberi kembali pada alam dan lingkungan di wilayah di mana perusahaan saya beroperasi.

Saya mulai berpikir apa yang bisa saya berikan pada negara saya, khususnya apa yang harus saya berikan pada daerah-daerah di mana saya bekerja di sana. Akhirnya, saya mulai keliling Indonesia dan aktif di kegiatan sosial yang mengangkat budaya dari beragam pulau di Indonesia. Misalnya saya membuat pagelaran seni yang berisi peragaan mode, tarian, dan pameran budaya lainnya. Saya banyak melibatkan orang seni dan mode karena kebetulan saya cukup dekat dengan lingkungan ini.  Contohnya di suatu waktu saya mengajak beberapa rekan majalah mode terkemuka untuk membuat fashion spread yang mengangkat mode dan kain dari beberapa daerah di Indonesia. Melalui kegiatan ini, saya ingin orang bisa kenal dan mendalami berbagai macam daerah serta budaya yang ada di negara kita. Kita harus kenal apa saja ciri khas budaya dari berbagai wilayah yang tersebar di negara ini, karena Indonesia tidak hanya Jakarta atau kota-kota besar saja.

Saya memulai inisiatif ini di tahun 2011, dan sejauh ini sudah cukup banyak keliing sejumlah wilayah di nusantara. Mulai dari ke Ende, Papua, Banyuwangi, Kalimantan Timur, dan masih banyak lainnya, saya berusaha membuat sesuatu untuk memberikan apa yang saya berikan, untuk tiap daerah yang saya kunjungi. Misalnya di suatu daerah saya ketahui membutuhkan makanan, saya akan coba bawakan makanan dan mengajak teman-teman saya untuk ikut serta berpartisipasi menyalurkan.

Selama saya keliling nusantara, anak-anak saya pun turut serta. Putri saya, Saniyyah Blesshanti, pada saat tahun 2011 masih di usia SD hendak ke SMP. Ia melanjutkan sekolah dengan homeschooling karena ingin menemani saya untuk keliling Indonesia. Dari sisi saya, dengan membawa serta dirinya, putri saya tersebut dapat menyaksikan apa yang mamanya lakukan karena paling tidak, dari apa yang saya lakukan, akan saya turunkan ke anak cucu saya nantinya.

Kerap saya ditanya bagaimana saya mengatur waktu antara keluarga, pekerjaan, dan kegiatan sosial. Sebenarnya, saya membawa kesemuanya jadi satu dalam kehidupan saya. Saya tidak membagi-bagi waktunya karena semuanya adalah prioritas. Suami, anak-anak, orang-orang terdekat, semuanya melebur jadi satu. Mereka bisa membantu pekerjaan saya, ikut terlibat dalam kegiatan sosial juga, dan lain sebagainya. Bila saya harus bekerja di lapangan, anak-anak saya selalu saya sempatkan untuk ikut serta. Walaupun medan lapangan cukup keras, tapi seorang anak, saat mereka melihat ada orangtuanya di sekitar mereka, mereka akan tetap merasa senang dan bahagia. Untuk saya sendiri, saat anak-anak ada di sekitar saya, perasaan pun menjadi lebih tenang. Mereka tidak mengganggu pekerjaan saya karena mereka sudah dibiasakan sedini mungkin untuk ikut serta dan mengerti.

Bagi saya, peran orangtua itu sangat penting sebagai panutan untuk anak. Apa yang kita lakukan, akan jadi cerminan dan tolok ukur untuk mereka nantinya. Oleh karenanya, sebagai orangtua kita harus menjadi guru serta panutan bagi mereka. Misalnya, saya sekarang belum bisa mengaji, Tapi, saya ingin anak saya bisa mengaji. Akhirnya, mau tidak mau saya harus belajar mengaji karena saya akan menjadi contoh bagi anak saya untuk mengikuti. Dari sini, dapat terlihat bahwa peran perempuan yang juga akan menjadi seorang ibu nantinya, memiliki peran penting dalam pembangunan negara karena perempuan-perempuan inilah yang akan menjadi tiang-tiang negara. Mereka yang akan mengajari anak-anaknya untuk bagaimana menjadi sosok yang kuat dan tangguh dalam membangun negeri.

Peran orangtua sangat penting sebagai panutan untuk anak. Apa yang kita lakukan akan jadi cerminan dan tolok ukur untuk mereka nantinya.

Saya selalu berkata pada anak saya; “Di atas langit masih ada langit, di bawah tanah, masih ada tanah. Ada yang lebih baik dari kamu, ada yang lebih susah dari kamu.” Melalui ini, saya ingin mengajari anak saya untuk tetap bersyukur sepanjang waktu. Sebab, kebahagiaan itu didapatkan saat kita bersyukur. Mau kita punya kekayaan sebanyak apapun, kalau tidak kita bersyukur, kita tidak akan merasakan kebahagiaan.

Di atas langit masih ada langit, di bawah tanah, masih ada tanah. Ada yang lebih baik dari kamu, ada yang lebih susah dari kamu.

Mengenai makna kekayaan itu sendiri, bagi saya itu adalah sesuatu yang relatif bagi setiap orang. Karena bila kita selalu mengejar materi, selamanya tidak akan pernah cukup. Akan tetapi, bila kita merasa apa yang telah kita miliki sudah cukup, mau orang berkomentar kita belum mampu atau belum memiliki apa-apa, kita akan membiarkannya karena kita sudah merasa kaya.

Sekali lagi, kekayaan itu sangat relatif satu dengan yang lainnya karena setiap orang memiliki tolok ukurnya sendiri. Jadi, kalau ingin bahagia dengan apa yang kita miliki apapun itu, syukuri saya. Pada saat kita bisa berikan sesuatu pada orang lain pun, kita dapat dikatakan kaya karena kita sudah merasa lebih dari orang tersebut.

Kalau ingin bahagia dengan apa yang kita miliki apapun itu, syukuri saya. Pada saat kita bisa berikan sesuatu pada orang lain pun, kita dapat dikatakan kaya karena kita sudah merasa lebih dari orang tersebut.

Saya tertarik mendirikan yayasan karena merasa telah merusak alam dan dalam jiwa saya tidak ingin terus menerus mengambil tanpa memberi. Jadi apa yang sudah saya lakukan, akan saya berikan lagi pada yang seharusnya menerima. Ini bagaikan obat bagi diri saya sendiri. Oleh karenanya, saya ingin melakukan gerakan yayasan sosial ini secara terus menerus.

Ketika melihat segala sesuatu menjadi terasa benar, itu menjadi kepuasan untuk diri saya sendiri. Apapun itu konteksnya, entah alamnya menjadi indah, anak sakit menjadi sembuh, sesuatu yang sakit menjadi baik lagi, dan lain sebagainya. Begitu pun dengan Indonesia yang sudah saya keruk kekayaannya, saya ingin melakukan sesuatu yang indah untuk negara ini dengan memberi agar Indonesia dapat menjadi negara yang lebih baik lagi di masa depan.

Related Articles

Card image
Society
Lika-Liku Ibu Kota

Seumur hidup, saya hanya tinggal di Jakarta. Tak pernah singgah secara serius di tempat lain. Di ibu kota ini saya tinggal dan tumbuh besar. Di sini pula saya mencari makan, patah hati, hingga melahirkan berbagai khayalan-khayalan. Ia adalah sebuah kota yang ‘serba ada’ dan “serba bisa”. Tapi di saat bersamaan, ia juga bisa jadi tempat yang serba sulit mendapatkan hal-hal yang sepantasnya bisa diakses dengan mudah oleh banyak orang.

By Baskara Putra
17 April 2021
Card image
Society
Sadar Kebutuhan Diri

Plastik memang diciptakan sebagai langkah ekonomis dan praktis. Bahannya yang tahan lama dan lebih murah jadi alasan plastik jadi pilihan untuk memudahkan kehidupan sehari-hari. Tapi, ia sesungguhnya diciptakan untuk dapat dipakai berkali-kali. Tidak hanya untuk sekali pakai.

By Gede Robi Supriyanto
10 April 2021
Card image
Society
Mengubah Stigma Wanita

Feminisme adalah kesetaraan posisi dalam masyarakat di mana tidak lagi ada penilaian atau stigma tertentu tentang wanita dari sesama wanita atau kelompok lain. Tidak ada lagi kata-kata, “Kok cewek banget sih” atau “Dasar cewek”. Feminisme adalah tentang perjuangan kaum perempuan dan kaum minoritas kesetaraan atas hak-hak setiap manusia tanpa memandang gender. 

By Mar Galo
03 April 2021