Society Art & Culture

Ide Untuk Perubahan

Prima S. Abdullah

@psabd

Kurator Festival Ide

Kisah inspirasi dari satu orang saja dapat mengubah perilaku banyak orang. Apalagi jika jumlah kisah tersebut digandakan, bukankah akan menciptakan sebuah riak yang lebih besar? Kurang lebih inilah semangat TEDxJakarta – sebuah acara berbasis komunitas untuk berbagi ide-ide yang layak diperjuangkan. Setiap tahun pun tema-tema berbeda dicanangkan demi mengangkat isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat dan membuat sebuah perubahan.

Kisah inspirasi dari satu orang saja dapat mengubah perilaku banyak orang. Apalagi jika jumlah kisah tersebut digandakan

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, TEDxJakarta 2019 mendekati tema kali ini dari fenomena post-truth atau pasca-kebenaran. Fenomena ini tidak baru – hanya nomenklatur kekinian terkait dengan misinformasi di era digital. Era ini berkaitan erat dengan kondisi politik sebuah negara atau bangsa di mana terjadi pembentukan opini publik tanpa mempertimbangkan fakta sebuah isu. Setiap informasi yang disebarkan memiliki unsur politik demi kepentingan salah satu pihak. Berangkat dari pemahaman ini tema TEDxJakarta pun mulai digodok. Terjadi diskusi mendalam mengenai tema acara di 2019 yang menjadi tahun publik berpolitik. Pemilihan presiden dan wakil rakyat yang terjadi tahun ini menjadi pemercik munculnya sebuah tema yang bertajuk Ribut/Reboot.

Ribut/Reboot adalah sebuah permainan kata homofon yang memiliki dua arti berbeda. Secara umum kata ribut sendiri memiliki tidak hanya menyiratkan kondisi politik. Namun dengan berada di era pasca kebenaran, kita berada dalam kehidupan yang diramaikan dengan disonansi kognitif. Inilah yang akhirnya dapat menjauhkan kita dari diskusi yang bernas. Sedangkan reboot dalam Bahasa Indonesia secara harafiah berarti memasang ulang. Pada saat pembentukan tema ini kami belum tahu hasil pemilu 2019 akan dimenangkan oleh siapa, tapi kami tahu yang akan terjadi pasti akan ada keriuhan pesta demokrasi sedang di sisi lain ada kehendak publik untuk mengadakan pergantian kepemimpinan (reboot). Reboot juga dapat diartikan perbaikan kepemimpinan dan pencairan kebekuan komunikasi kita. Secara tidak langsung kami mendeskripsikan tahun ini adalah tahun di mana kita Ribut dan/atau Reboot. 

Kita berada dalam kehidupan yang diramaikan dengan disonansi kognitif. Inilah yang akhirnya dapat menjauhkan kita dari diskusi yang bernas.

Hanya saja agenda kami bukanlah untuk membicarakan isu politik terkini semata. Pemilu adalah suatu representasi dari dunia yang tengah mengalami disonansi dan Ribut/Reboot adalah alegori keseharian kita. Setiap saat kita mencari koherensi dalam kegaduhan informasi. Sesuatu yang sesederhana metode diet terkini sampai sesuatu yang sekompleks tuduhan pada suatu kelompok dapat diakses dengan mudah. Ini adalah gambaran riuhnya informasi yang berlalu lalang dalam berbagai aspek di hidup kita. Kita selalu mengalami kesulitan dalam menguji kebenaran informasi khususnya apabila informasi yang kita terima mengukuhkan cara pandang kita terhadap suatu permasalahan. Dan kita selalu kesulitan menerima kebenaran apabila justru informasi yang kita terima justru bertentangan dengan cara pandang yang selalu kita yakini. Ironisnya disonansi kognitif adalah sesuatu yang alami bagi kita sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, kami berusaha melebarkan pembahasan dalam bidang lainnya seperti seperti arsitektur, lingkungan, fotografi, dan lainnya sehingga setiap aspek dapat terwakili dalam Ribut/Reboot.

Sesuatu yang sesederhana metode diet terkini sampai yang sekompleks tuduhan pada suatu kelompok dapat diakses dengan mudah. Ini adalah gambaran riuhnya informasi yang berlalu lalang dalam berbagai aspek di hidup kita.

Ribut/Reboot adalah ajakan berdiskusi untuk memilah substansi dari keributan yang menyertainya dan tindakan perbaikan dapat dilakukan secara terus menerus. Para pembicara yang berasal dari berbagai bidang dengan gagasan dan masalah di profesi mereka akan menceritakan kisah mereka. Tetapi, inspirasi bukanlah tujuan utama – melainkan efek samping. Kami meyakini bahwa ide atau kisah yang layak diperjuangkan pada akhirnya akan menjadi inspiratif. Dalam kisah mereka akan terselip makna dari judul Ribut/Reboot ini sendiri. Contohnya saja Farwiza Farhan, seorang aktivis lingkungan yang akan membicarakan perjuangannya melindungi hutan, alam, dan lingkungan. Berbeda dengan Kenny Santana – seorang travel blogger – dengan pendarasannya soal perjalanan dari satu kota ke kota lain, menyeberangi pulau, laut, dan angkasa. Panggung juga tidak diberikan hanya pada pembicara yang familiar, tetapi juga pada mereka yang belum pernah didengar ataupun mereka yang ide-idenya belum pernah diketahui sebelumnya. Kami berusaha menantang audiens untuk menyelami cara pemikiran yang berbeda – lebih kritis dan lebih ingin tahu soal hal baru. Hingga dapat mempengaruhi lingkungannya menjadi  lebih baik yang dapat melihat suatu informasi tidak hanya pada unsur ekstrinsik saja. Pun membentuk pribadi yang terpanggil untuk memperbaiki dirinya. Sekecil apapun itu adalah bentuk perbaikan. Sekecil apapun itu sama berartinya.

inspirasi bukanlah tujuan utama – melainkan efek samping.

Related Articles

Card image
Society
Menyeimbangkan Penggunaan Dunia Digital

Kerap kali kita mengira adiksi hanya datang dari alkohol atau obat-obatan saja. Sayangnya, belakangan banyak penelitian yang menemukan bahwa internet dan media sosial juga bisa menjadi sumber adiksi.

By Ilham Anggi
30 May 2020
Card image
Society
Peduli Kesehatan Mental

Melihat banyaknya orang yang bisa sampai menuliskan masalah pribadinya di media sosial juga orang yang dikenal memiliki masalah itu membuat saya menyadari betapa banyak orang butuh sebuah ruang yang tepat untuk dapat menyampaikan emosi mereka. Apalagi kalau mereka bisa bertemu dengan para profesional dan praktisi psikologi yang dapat membantu masalah kejiwaan mereka. 

By Audrey Maximillian
30 May 2020
Card image
Society
Hutan dan Pelajaran Kehidupan

Pelajaran kehidupan seringkali aku dapat saat tengah melangkah ke daerah dan hutan yang alamnya masih terjaga. Dengan warga lokal yang masih sangat menghargai satu sama lain tanpa melihat latar belakang kita, kesederhanaan dan ketulusan mereka selalu membuatku terkesima serta ingin datang kembali ke suatu tempat yang membuatku merasa beruntung pernah mendatanginya.

By Diyah Deviyanti
30 May 2020