Society Planet & People

Hidup Berdampingan Dengan Alam

Helga Angelina

@helgaangelina

Pendiri Bisnis Makanan Sehat

Kira-kira akan seperti apa hidup kita jika lingkungan alam tidak lagi sama? Jika alam tidak lagi memberikan yang terbaik untuk kita? Akankah kita bisa tetap bertahan hidup? Rasanya tidak. Faktanya adalah hidup kita bergantung pada alam. Semua yang berhubungan dengan alam akan kembali lagi ke diri kita. Jika lingkungan tidak sehat kita pun akan merasakan dampak buruknya.

Memang, untuk menyadari konsep ini dan menciptakan kesadaran dalam diri sendiri dibutuhkan proses. Saya pun begitu. Jika dulu saya tidak terserang penyakit kronis akibat konsumsi makanan tidak sehat, jika saya tidak menemukan penyembuhan alternatif dengan makan bahan-bahan nabati utuh dan alami mungkin hingga kini saya tidak berbuat apa-apa terhadap lingkungan.

Ketika dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut dengan mengganti pola makan sehat saya pun menyadari betapa besar dampak dari makanan yang kita jejali ke dalam tubuh. Dari sadar akan kesehatan tubuh saya pun memperluas jangkauan pengetahuan dan menemukan relasinya dengan lingkungan serta orang-orang yang terlibat dengan produksi bahan makanan kita. Berawal dari sekadar ingin menyembuhkan diri saya ternyata belajar aspek lain dari makanan di mana gaya konsumsi kita berdampak pada ekosistem dunia. Inilah yang akhirnya membuat saya ingin menelusuri lebih jauh tentang mindful eating hingga akhirnya mendirikan Burgreens, sebuah restoran berbasis farm-to-table dan plant-based. Kami hanya menggunakan bahan-bahan alami dan organik yang sebagian besar diambil langsung dari para petani dan menyajikan menu yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Langkah tersebut juga mengantarkan saya untuk melebarkan layanan bisnis ini karena ternyata banyak pelanggan kami yang menanyakan bahan yang digunakan. Contohnya mie lontar gluten-free lokal yang kami gunakan. Kami mendapatkannya langsung dari para pengrajin makanan lokal sehingga sulit untuk memberikan mereka referensi tempat berbelanja. Kemudian muncul ide untuk membantu mereka agar bisa memulai pola makan sehat dengan memasak bahan-bahan tersebut di rumah. Terciptalah The Bulk Store & Co yang merupakan sebuah “supermarket” bahan makanan dan produk kebutuhan rumah tangga tanpa kemasan. Inisiatif ini pun sebenarnya tercipta karena saya melihat ada “jurang” antara para konsumen dan produsen bahan makanan lokal yang masih kecil dan menengah. Seperti yang kita tahu kebanyakan kiblat bahan makanan sehat di supermarket biasa tergolong mahal karena termasuk barang impor. Lihat saja quinoa atau buckwheat yang diimpor dari Amerika. Padahal produk lokal tidak kalah sehat dan lebih murah.

Kebanyakan kiblat bahan makanan sehat di supermarket tergolong mahal karena barang impor. Padahal produk lokal tidak kalah sehat dan lebih murah.

Masalahnya adalah para petani kesulitan mengatur produksi dan pemasokan mereka. Kemungkinannya adalah standar kualitas produksi mereka belum memenuhi standar supermarket. Di samping adanya syarat dan ketentuan pembayaran yang kurang berpihak. Begitulah akhirnya visi dan misi kami terbentuk untuk menjadi jembatan kedua pihak. Kami bekerja sama dengan komunitas di bidang agrikultur seperti koperasi petani dan organisasi nirlaba di bidang ini. Komunitas-komunitas tersebut sudah teruji kualitas produknya. Mereka tidak mungkin bilang produknya organik padahal menggunakan pestisida. Sudah jelas reputasi adalah yang mereka pertahankan agar tidak kehilangan pembeli. Secara berkala kami juga mengadakan pengecekan proses produksi mereka, mengumpulkan data untuk membuat laporan tentang progres produksi sehubungan dengan proses produksi. Ke depannya kami berencana untuk melakukan audit ke lahan langsung untuk sekaligus mengedukasi para produsen. Bukan untuk mengkritik kinerja mereka tapi justru memberikan informasi mengenai bagaimana bisa membuat produk lebih higienis meski harus bekerja sedikit lebih ekstra. Edukasi semacam ini akan membantu mereka menyadari mengapa hal itu penting.

Konsep tanpa kemasan sendiri berasal dari kesadaran saya dan para pelaku bisnis bulk store (toko grosir). Kami paham betul dalam bisnis seperti ini harus ada nilai-nilai yang menjunjung tinggi pelestarian lingkungan. Seperti yang sudah saya lakukan di Burgreens. Restoran ini berusaha memperkenalkan kebaikan dari mengkonsumsi hidangan plant-based di mana berdampak besar pada lingkungan. Maka dari itu meski target utama kami bukan para omnivora tapi kami membuat tempat ini menarik untuk mereka. Baik dari segi rasa, kenyamanan maupun dari nilai moral yang akan dibawa pulang. Saya berusaha memberitahu bahwa dengan mereka makan sajian plant-based dalam beberapa hari saja sudah akan mengubah lingkungan jadi lebih sehat.

Tak berbeda dengan The Bulk Store & Co. Kami mencoba menyebarkan praktik mindful consumption. Tidak hanya mempengaruhi masyarakat untuk menyantap makanan sehat tapi juga gaya berbelanja yang sehat. Mengapa? Karena meskipun apa yang kita makan sehat tapi cara belanja kita tidak sehat nantinya akan tetap berpengaruh buruk pada siklus kehidupan kita. Misalnya kita membeli makanan kering yang dikemas dalam plastik. Mungkin dampaknya tidak langsung tapi kemudian pembuangan kemasan tersebut mengendap di tanah dan mencemari air yang kita minum. Belum lagi dengan mikro plastik dari sampah-sampah tersebut yang nantinya dimakan oleh biota laut. Telah terbukti 90% perairan Jawa telah tercemar dengan mikro plastik di mana ikan dan jenis seafood lain sudah terkontaminasi. Tetap saja akan kembali ke tubuh kita, bukan?

Meskipun apa yang kita makan sehat tapi seringkali cara berbelanja kita tidak sehat

Menggunakan plastik untuk berbelanja memang menawarkan kepraktisan, kemudahan kita. Sehingga saat harus kembali repot kemudahan tersebut membuat kita malas. Ibaratnya sekarang kita sudah terbiasa dengan ojek online. Bayangkan jika hidup kita nanti tanpa mereka. Pasti terasa tidak baik-baik saja padahal dulu baik-baik saja. Saya percaya setiap kemudahan itu satu paket dengan konsekuensinya. Jika kita menunggu perusahaan besar atau pemerintah untuk menyebarkan pesan seperti ini pasti akan lama. Tapi kalau kami bisa mengubah cara pikir dan mempengaruhi masyarakat dengan hal kecil lama-lama pasti bisa membuat sesuatu yang besar. Mengubah gaya berbelanja kita dengan tidak menggunakan kemasan sekali pakai bisa berdampak besar tanpa harus menunggu pihak-pihak berpengaruh untuk bergerak.

Saya paham tidaklah mudah dan cepat untuk menggeser kemudahan tersebut di masyarakat. Pasti ada saja pribadi atau kelompok yang merasa tidak setuju atau sinis pada apa yang saya lakukan. Tapi saya percaya setiap orang membuat bisnis karena passion dan purpose sendiri-sendiri. Sebagian orang tidak memahami alasan saya melakukan bisnis semacam ini karena memang model bisnis ini belum mainstream jadi masih terdengar dan terasa aneh. But I will do only things worth doing. Apabila saya hanya fokus pada uang, saya tidak akan keluar dari dunia korporat. Dulu bekerja di korporat sudah cukup memberikan saya kenyamanan finansial. Sampai akhirnya saya keluar adalah karena saya percaya bisnis yang saya jalankan ini bisa membuat perubahan. Kebetulan kepercayaan saya itu belum akrab di telinga masyarakat. Oleh karena itu tugas saya adalah untuk meyakinkan mereka bahwa bila mereka bisa mengubah gaya hidup pribadi mereka saja melalui mindful consumption perubahan besar pada lingkungan dan masyarakat akan tercipta. Langkah awalnya untuk menarik perhatian mereka adalah dengan menyajikan pengalaman di toko yang menyenangkan, nyaman dan dengan harga yang relatif lebih ekonomis dibandingkan supermarket.

Setiap kemudahan itu hadir satu paket dengan konsekuensinya.

Related Articles

Card image
Society
Kembali Merangkul Hidup dengan Filsafat Mandala Cakravartin

Mengusahakan kehidupan yang komplit, penuh, utuh, barangkali adalah tujuan semua manusia. Siapa yang tidak mau hidupnya berkelimpahan, sehat, tenang dan bahagia? Namun ternyata dalam hidup ada juga luka, tragedi dan malapetaka. Semakin ditolak, semakin diri ini tercerai berai.

By Hendrick Tanuwidjaja
10 June 2023
Card image
Society
Melatih Keraguan yang Sehat dalam Menerima Informasi

Satu hal yang rasanya menjadi cukup penting dalam menyambut tahun politik di 2024 mendatang adalah akses informasi terkait isu-isu politik yang relevan dan kredibel. Generasi muda, khususnya para pemilih pemula sepertinya cukup kebingungan untuk mencari informasi yang dapat dipercaya dan tepat sasaran.

By Abigail Limuria
15 April 2023
Card image
Society
Optimisme dan Keresahan Generasi Muda Indonesia

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 2022 lalu, British Council Indonesia meluncurkan hasil riset NEXT Generation. Studi yang dilakukan di 19 negara termasuk Indonesia ini bertujuan untuk melihat aspirasi serta kegelisahan yang dimiliki anak muda di negara masing-masing.

By Ari Sutanti
25 March 2023