Society Art & Culture

Berawal Dari Keluarga

Ibu bagi saya adalah sosok panutan dalam kehidupan pribadi. Saya percaya beliau telah menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di Indonesia. Beliau sangat berkomitmen dan bersemangat dalam mengerjakan yang dicintainya. Beliau juga sangat mencintai Indonesia dan inilah warisan yang diturunkan pada anak-anaknya serta masyarakat luas. Terutama pada perempuan Indonesia. 

Kecintaannya pada kearifan lokal dan kekayaan alam Indonesia adalah alasan utama ibu menciptakan kosmetik untuk kulit masyarakat Indonesia dan Asia. Sepulang dari Amerika, ibu memulai bisnis kosmetik di garasi rumah orang tuanya yang hanya berukuran 4x6 meter. Saat itulah beliau mengawalinya cita-cita yang besar. Kala itu bukan hal yang mudah untuk meyakinkan orang Indonesia memakai kosmetik tradisional. Ibu pun terus berusaha keras dengan menyebarkan brosur yang menyatakan bahwa beliau adalah seorang ahli kecantikan dengan lisensi dari Amerika. Kebetulan rumahnya dekat dengan kediaman duta besar. Beberapa waktu kemudian, ada seorang istri duta besar bernama Martha yang menanggapi dan menggunakan jasa kecantikan ibu. Setelah itu Martha pun membantu menyebarluaskan jasa kecantikan dan produk kosmetik beliau. 

Bekerja di perusahaan yang ibu rintis, saya sebagai anak tidak pernah mendapat perlakuan khusus. Justru beliau menuntut kami untuk dapat jadi contoh yang baik bagi karyawan lain. Tidak bisa santai-santai bekerja. Ibu saya selalu bilang bahwa saya adalah contoh para karyawan. Jika saya memberikan contoh yang kurang baik akibatnya para karyawan juga akan membangun budaya yang kurang baik. 

Sebagai seorang ibu, ia adalah seorang perempuan super dalam kesehariannya. Sedari kami kecil hingga dewasa, ia selalu punya peran yang kuat. Saya dan saudara-saudara juga sangat bersyukur melihat peran ibu dan bapak cukup seimbang. Ini merupakan berkat untuk kami. Kita tahu budaya ketimuran seakan mewajarkan jika seorang bapak hanya tahu beres. Beda dengan bapak kami yang tergolong anti-mainstream. Beliau mengisi peran ibu saat ibu bekerja. Kehadiran bapak sangat melengkapi ibu. Mereka adalah yin dan yang nan sempurna. Tidak heran jika ibu bilang kekayaan adalah ketika memiliki keluarga harmonis. Keharmonisan keluarga melancarkan rezeki karena kami saling memahami, mendukung dan sadar akan peran masing-masing. Tidak ada ego atau merasa lebih rendah. Sebaliknya kami berusaha melengkapi dan membantu.

Tidak heran jika ibu bilang kekayaan adalah ketika memiliki keluarga harmonis.

Kunci sukses untuk para perempuan yang ingin berkarier atau berkarya, ia harus sadar akan peran dan tanggung jawabnya yang besar. Kita harus bisa memainkan peran secara sadar sebagai wanita, anak, ibu, istri dan anggota masyarakat. Ibu sangat menyukai Dewi Saraswati yang punya empat tangan, karena fakta bahwa perempuan diciptakan untuk punya multi peran adalah benar. Meski sibuk bekerja, sebagai orang tua kita punya tanggung jawab mendampingi anak, memberikan waktu untuk mereka dan mendengarkannya dengan seksama. Tak hanya asal dengar. Tentu ini bisa jadi sangat menantang sebab kita pasti lelah dan tidak punya banyak waktu. Tapi saya rasa meluangkan waktu untuk keluarga sangatlah penting. Kalau kita sadar dan menjalani dengan sungguh-sungguh, pasti bisa menghasilkan buah yang baik. Saya percaya bahwa kesuksesan bermula dari keluarga. Cara kita membesarkan anak dan  memperlakukan orang lain di rumah akan memiliki dampak yang lebih luas di masyarakat.

Saya percaya bahwa kesuksesan bermula dari keluarga. Cara kita membesarkan anak dan  memperlakukan orang lain di rumah akan memiliki dampak yang lebih luas di masyarakat.

Berbagi juga pelajaran yang saya dapatkan dari ibu. Yang beliau bagikan bukan berbentuk materi melainkan keahlian serta talenta yang ditekuni sehingga dapat jadi berkat untuk orang lain. Salah satu pilar di Martha Tilaar berasal dari keinginan ibu yang selalu ingin berbagi untuk dapat memberdayakan perempuan. Salah satunya adalah berbagi keahlian dengan para penjual jamu gendong yang sering berjalan kaki sepuluh sampai lima belas kilo sambil menggendong bakul jamu. Perusahaan kami memiliki program untuk memberikan mereka pendidikan terkait menjual jamu seperti pelatihan menjaga kebersihan produksi. Hingga kini sudah terkumpul kurang lebih 250 penjual jamu gendong yang sekarang bisa menjual jamu ke kantor dan hotel. Ini sekaligus dapat meningkatkan harkat dan derajat kaum perempuan. 

Berbeda dengan ibu yang berbagi dengan para penjual jamu gendong, saya berbagi lewat pelatihan untuk para terapis spa. Saya percaya terapis spa adalah ujung tombak pelayanan spa kami. Merekalah yang menyampaikan kearifan budaya seperti keramahtamahan. Pelatihan ini pun sudah dilakukan dari tahun 90an. Sekarang kurang lebih 6000 terapis spa telah kami didik secara gratis. Selama pelatihan kami juga menyediakan tempat tinggal, makan dan uang saku. Seusai pelatihan, mereka juga mendapatkan jaminan untuk bekerja. Poin terakhir ini sangatlah penting karena jika kami hanya melatih tapi tidak ada penyerapan tenaga kerja, akhirnya akan percuma. 


 

Related Articles

Card image
Society
Jaga Jarak Demi Sehat

Harus kita sadari bahwa virus Covid-19 nyatanya adalah penyakit yang menyebar di udara. Semua orang punya risiko untuk terserang virus sekalipun sudah menjauhi keramaian, tidak berkumpul dengan teman-teman di area publik, atau hanya sekadar pergi ke supermarket untuk belanja. Oleh sebab itu, sebenarnya menjaga jarak adalah hal yang paling utama selain dilengkapi dengan mencuci tangan dan memakai masker. 

By dr. Eric Daniel Tenda, DIC, PhD, SpPD, FINASIM
16 January 2021
Card image
Society
Pelajaran Dari Ibu

Melihat kedua orang tua, saya selalu merasa mereka adalah pasangan yang ideal, yang saling mendukung dengan pandangan dan ajarannya masing-masing. Dari ayah, saya belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, dan bermimpi tinggi. Dari ibu, saya belajar hal-hal lainnya di luar itu semua.

By Amanda Subagio
16 January 2021
Card image
Society
Mempelajari Warisan

Bagi bangsa ini, masa lalu adalah kekayaan. Jadi masa lalu harus digali. Baiknya kita jangan terpesona dengan sesuatu yang baru tanpa tahu kekayaan yang kita punya di masa lalu. Mengenal sejarah dan budaya adalah langkah untuk mengenal diri sendiri.

By Nina Akbar Tandjung
09 January 2021