Society Work & Money

Beradaptasi dengan Inovasi

Usaha kecil merupakan jantung perekonomian kita di Asia. Mereka menghidupi jutaan orang, berkontribusi besar untuk perekonomian setempat dan memainkan peran penting dalam membentuk identitas masyarakat kita. Di Indonesia, lebih dari 65 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah tercatat oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada 2019. Bisa dibilang usaha kecil tidak hanya berkontribusi besar, melainkan juga salah satu pilar perekonomian bangsa.

Usaha kecil merupakan jantung perekonomian kita di Asia. Mereka menghidupi jutaan orang, berkontribusi besar untuk perekonomian setempat dan memainkan peran penting dalam membentuk identitas masyarakat kita.

Perjalanan mereka tentu tidak selalu mulus. Di dunia yang labil dan dapat berubah dalam semalam, usaha kecil terus menunjukkan ketangguhan dan keuletan luar biasa untuk dapat beradaptasi di saat-saat krusial. Terkadang mereka dapat berubah perlahan, sementara di waktu lain mereka harus melakukannya jauh lebih cepat. Ketika COVID19 datang mendadak, misalnya, banyak bisnis terpaksa harus mengubah cara beroperasi, memikirkan ulang pendekatan bisnis, dan bahkan sampat banting setir dalam hitungan minggu.

Di sisi lain, banyak pula usaha kecil yang lahir dan muncul pada masa ini, menciptakan terobosan dan membentuk kebiasaan baru. Di masa pandemi, usaha kecil kembali menunjukan keuletan, ketangguhan, serta semangat untuk terus berinovasi dan belajar  semuanya dapat kita lihat dengan jelas dalam diri para pemilik usaha kecil di Indonesia.

Saya telah mendengar dan melihat banyak cerita tentang pemilik usaha kecil yang awalnya memulai berbisnis karena penasaran. Mereka belajar dari Youtube, bereksperimen sambil terus di rumah karena pembatasan sosial, dan ternyata membuahkan bisnis yang berkembang. Seperti Sonia and Christie Basil. Mereka mulai mengunggah perjalanan mereka sebagai pengusaha dekorasi kue dan fashion, berbagi cerita mereka dan klien mereka, mengajak penonton untuk mengikuti perjalanan mereka berkreasi. 

Segera, video Shorts mereka ditonton oleh orang-orang di seluruh dunia, yang tidak hanya ingin tahu tentang resep atau memulai usaha di bidang fashion dan dekorasi kue, tetapi juga cerita mereka dan klien mereka. Lebih dari setahun kemudian, Sonia dan Christie Basil terus mengembangkan saluran mereka dengan berbagai kisah inspiratif dan terus mendefinisikan ulang apa artinya menjadi wirausahawan saat ini, membangun komunitas, dan mendapakan kepercayaan dari klien dan pemirsa mereka. Saya juga kagum dan tersentuh oleh cerita dari Sonia dan Christie Basil, juga banyak cerita lainnya selama setahun terakhir. Sebagai usaha kecil yang memanfaatkan Youtube, mereka menunjukkan ketangguhan luar biasa melalui cara-cara inovasi untuk terhubung dengan pelanggan dan menumbuhkan bisnis.

Setiap hari, orang membuka Youtube unuk membandingkan produk, menonton ulasan, dan menemukan rekomendasi dari kreator favorit mereka. Dengan semakin banyaknya orang berbelanja online, peran video pun bertambah penting dalam membantu mereka menemukan produk baru dan mencari pendapat ahli yang dapat dipercaya. Walau saya baru menjadi pemilik usaha sejak setahun lalu, pengalaman saya selama lima tahun sebagai kreator konten dan membangun channel Youtube telah memberikan berbagai pelajaran berharga yang dapat saya gunakan untuk membangun brand dan menjangkau pelanggan. Di antaranya, ada tiga pendekatan dasar yang penting.

Pertama, ingat bahwa orang saat ini menggunakan banyak jenis perangkat. Dalam beberapa tahun terakhir, saya belajar bahwa video tidak hanya dikonsumsi melalui satu jenis perangkat saja. Menurut Comscore, Youtube menjangkau lebih dari 100 juta orang Indonesia setiap bulan. Youtube ditonton dengan segala jenis perangkat  video Shorts di perangkat seluler, video hiburan di laptop, atau live stream di layar TV. Dan ini tidak hanya berlaku untuk Youtube. Stasiun televisi pun kian banyak yang menggunakan sistem streaming on-demand. Orang menggunakan banyak perangkat adalah hal umum sekarang.

Perubahan perlaku ini mendukung poin saya yang kedua, yaitu bahwa kita harus lebih sering menciptakan interaksi yang bermakna dengan mempermudah orang untuk menghubungi dan mendapakan bantuan. Contoh sederhananya, saat membangun channel, saya selalu menanggapi komentar dan masukan penonton serta menggunakannya sebagai bahan untuk konten saya berikutnya. Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah ‘mantappu jiwa’ atau usaha saya ‘menantea’  semua ini adalah ciptaan dan berkat dukungan dari penonton Youtube saya.

Terakhir, bangun hubungan dengan orang melalui cerita yang relevan. Sebuah cara yang sudah teruji untuk menjalin hubungan dengan orang adalah bercerita. Dan saat ini, video mungkin merupakan salah satu medium terbaik untuk bercerita. Bagusnya lagi, video kamu tidak harus panjang untuk bisa efektif. Misalnya, di Youtube Shorts orang-orang dapat menyampaikan cerita yang imersif dan kreatif dalam 60 detik atau kurang. Sebuah penelitian baru dari Inmar Intelligence juga menemukan bahwa lebih dari 70% responden survei mengaku sering menonton video pendek. Sementara itu, baru baru ini Youtube mengumumkan bahwa, dua tahun sejak pertama kali diluncurkan, video Youtube Shorts telah ditonton oleh lebih dari 1,5 miliar pengguna yang login di seluruh dunia, per bulan!

Sebuah cara yang sudah teruji untuk menjalin hubungan dengan orang adalah bercerita. Dan saat ini, video mungkin merupakan salah satu medium terbaik untuk bercerita. Bagusnya lagi, video kamu tidak harus panjang untuk bisa efektif.

Saya sungguh ingin terus mendukung sesama pengusaha kecil dimanapun mereka berada. Oleh karena itu, selain berbagi pelajaran di atas, saya bersama Youtube Indonesia ingin mengajak kamu untuk merayakan dan mendukung mereka di Youtube pada Hari UMKM Internasional ini. Mari kita apresiasi usaha-usaha kecil, para pekerja keras yang ulet, para juragan yang serba bisa, dan para pejuang ekonomi yang pantang menyerah di sekitar kita melalui kampanye #SambilanCuan di Youtube Shorts. Saya akan menunjukkan lima usaha kecil favorit saya di kanal Nihonggo Mantappu dan kamu dapat melakukan hal yang sama dengan menampilkan usaha kecil kamu atau usaha lain favorit kamu di Youtube Shorts sampai 5 Agustus 2022  jangan lupa pakai hashtag #SambilanCuan, ya!

Kepada semua rekan sesama pemilik usaha kecil, terima kasih sudah membuka jalan dan menginspirasi saya untuk memulai bisnis sendiri. Saya berterima kasih kepada teman-teman sekalian atas semua yang telah kamu lakukan untuk kita dan masyarakat kita. Entah itu menyervis mobil, mengajar les musik, membuat roti ulang tahun, maupun memproduksi es krim rumahan yang lezat. Semua yang kamu lakukan dengan sepenuh hati akan membuat kehidupan kita lebih baik. Selamat Hari UMKM Internasional!

Saya berterima kasih kepada teman-teman sekalian atas semua yang telah kamu lakukan untuk kita dan masyarakat kita. Entah itu menyervis mobil, mengajar les musik, membuat roti ulang tahun, maupun memproduksi es krim rumahan yang lezat. Semua yang kamu lakukan dengan sepenuh hati akan membuat kehidupan kita lebih baik.

Related Articles

Card image
Society
Memahami Wibu: Obsesi terhadap J-Culture

Wibu atau weeb adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang non-Japanese yang terobsesi atau sangat menggemari kultur Jepang, khususnya yang terkait dengan game, manga, atau anime. Meskipun istilah weeb itu sendiri baru muncul di 4chan, sebuah situs berbagi gambar populer sekitar 1 dekade lalu, kultur wibu (atau Japanophilia) sebenarnya sudah lahir sejak era 80-90an.

By Pirrou Sophie
04 June 2022
Card image
Society
Tenang Bercerita

Tempaan hidup secara lahir dan batin yang awalnya disimpan dan menumpuk karena mungkin belum paham bagaimana cara merespon perasaan yang hadir. Kemudian emosi dan perasaan itu akhirnya muncul dalam bentuk rasa cemas berlebih yang saya rasakan.

By Syafwin Ramadhan Bajumi
23 April 2022
Card image
Society
Apresiasi Seni di Ruang Publik

Ketika berbicara mengenai apresiasi seni, menurut saya hal ini bisa dilakukan mulai dari cara-cara yang sederhana. Bisa kita mulai dengan memajang karya seni di halaman rumah kita. Kalau mungkin kita memiliki properti lain seperti villa atau restoran, tempat-tempat tersebut juga bisa menjadi opsi bagi kita untuk mengapresiasi karya seni yang juga bisa dilihat oleh publik.

By Hafidh Ahmad Irfanda
16 April 2022